Bagikan Pos

https://www.ngambis.id/posts/soal-dan-pembahasan-simulasi-tka-resmi-fisika-jenjang-smamasmkmaksederajat

Soal dan Pembahasan Simulasi TKA Resmi Fisika Jenjang SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat

Oleh Drestanto Muhammad Dyasputro • 15 Oct 2025

Soal dan Pembahasan Simulasi TKA Resmi Fisika Jenjang SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat

Definisi

TKA Fisika mengukur pemahaman konseptual, kemampuan berpikir kritis, dan penerapan prinsip-prinsip fisika dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari. Tes ini tidak hanya menilai kemampuan murid dalam memahami teori, tetapi juga dalam menerapkan konsep-konsep fisika untuk menyelesaikan persoalan nyata, serta menganalisis dan mengevaluasi fenomena berdasarkan prinsip ilmiah. Selain itu, tes ini juga dirancang untuk mengukur keterampilan proses sains secara terpadu dengan area konsep fisika tertentu.

Muatan

TKA Fisika mencakup muatan sebagai berikut:

  • Kinematika: Fenomena tentang gerak benda tanpa mempertimbangkan penyebabnya. Fokus pada analisis besaran fisika seperti posisi, kecepatan, percepatan, serta hubungan antar variabel dalam gerak lurus, gerak parabola, dan gerak melingkar beraturan.
  • Dinamika: Hubungan antara gaya dan gerak berdasarkan hukum Newton serta konsep momentum dan impuls.
  • Fluida: Sifat dan perilaku fluida dalam kondisi statis maupun dinamis. Mencakup konsep tekanan, hukum Pascal, hukum Archimedes, serta hukum kontinuitas dan Bernoulli dalam berbagai aplikasi kehidupan sehari-hari.
  • Gelombang: Karakteristik dan sifat gelombang, baik mekanik maupun elektromagnetik. Meliputi konsep dasar gelombang, bunyi, dan cahaya serta aplikasinya dalam fenomena alam dan teknologi.
  • Kalor dan Termodinamika: Pengaruh kalor terhadap perubahan suhu dan wujud zat, proses perpindahan kalor, serta prinsip gas ideal dan hukum termodinamika dalam sistem tertutup maupun terbuka.
  • Kelistrikan: Konsep listrik statis dan arus listrik searah, mencakup hukum kelistrikan, medan listrik, potensial listrik, serta rangkaian listrik sederhana.

Pengetahuan fisika diukur melalui permasalahan dalam berbagai konteks:

  • Fenomena fisika yang terjadi dan dapat diamati di lingkungan: Memuat hubungan sebab dan akibat suatu peristiwa, serta terdapat keterkaitan dengan konsep fisika pada peristiwa tersebut.
  • Makhluk hidup: Konteks ini menyoroti bagaimana prinsip fisika berperan dalam sistem biologis makhluk hidup, termasuk manusia.
  • Teknologi: Konteks ini mencakup penerapan konsep fisika dalam berbagai teknologi yang digunakan manusia untuk meningkatkan efisiensi, kenyamanan, dan inovasi dalam kehidupan.
  • Percobaan/penyelidikan: Konteks ini berfokus pada aktivitas penerapan metode ilmiah yang meliputi variabel, langkah penyelidikan, hubungan antara bahan/alat, serta data.

Kompetensi

Kemampuan fisika yang diukur meliputi:

  • Pemahaman konseptual: pemahaman tentang prinsip, hukum, dan konsep dasar fisika.
  • Penerapan prinsip fisika: kemampuan menggunakan konsep dan hukum fisika untuk menyelesaikan masalah kontekstual dalam kehidupan sehari-hari.
  • Analisis dan evaluasi fenomena: kemampuan menganalisis hubungan antar besaran fisika, serta mengevaluasi keakuratan dan penerapan prinsip fisika dalam suatu sistem.
  • Keterampilan proses sains: keterampilan menerapkan keterampilan observasi, eksperimen, analisis data, serta mengomunikasikan temuan secara sistematis dalam konteks penyelidikan ilmiah.

Kemampuan fisika dalam TKA diukur pada tiga level kognitif yang mencerminkan proses berpikir dengan kompleksitas yang berbeda, yaitu:

Level 1 — Pemahaman

Definisi: Menggunakan pemahaman tentang konsep, hukum, prinsip, keterkaitan dan proses berpikir mengingat mengklasifikasikan informasi antar besaran menjelaskan fenomena.

Proses Berpikir: Mengingat informasi, mengklasifikasikan konsep, atau menjelaskan hubungan dasar tanpa perlu melakukan perhitungan atau analisis mendalam.

Level 2 — Penerapan

Definisi: Tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menggunakannya dalam menyelesaikan masalah kontekstual.

Proses Berpikir: Mengidentifikasi konsep yang sesuai dan menggunakannya untuk melakukan perhitungan sederhana hingga kompleks. Kompleksitas berpikir meningkat karena murid harus menghubungkan konsep dengan situasi nyata dan menggunakan keterampilan pemecahan masalah.

Level 3 — Analisis dan Evaluasi

Definisi: Menelaah dan mengevaluasi hubungan antar besaran fisika.

Proses Berpikir: Mencari tahu faktor-faktor yang mempengaruhi suatu kejadian fisika; membangun argumen/alasan suatu konsep fisika yang digunakan dalam suatu kejadian. Level ini memerlukan pemikiran tingkat tinggi karena murid harus berpikir kritis, membuat kesimpulan berdasarkan bukti, dan menilai kebenaran suatu prinsip fisika.

Matriks Asesmen

No. Elemen / Materi Subelemen / Submateri Kompetensi Batasan / Catatan
1 Kinematika Pengukuran Menelaah hasil pengukuran suatu besaran dengan alat ukur yang sesuai serta menyatakan hasil pengukuran sesuai aturan angka penting. Alat ukur dapat meliputi jangka sorong, mikrometer sekrup, neraca tiga lengan. Pelaporan hasil pengukuran mengikuti kaidah angka penting.
Gerak Lurus Menganalisis keterkaitan beberapa besaran pada gerak lurus berdasarkan data yang ada untuk menyelesaikan masalah yang relevan. Gerak lurus: meliputi konsep gerak (jarak, perpindahan, kecepatan dengan memperhatikan besar dan arahnya), GLB, dan GLBB.
Gerak Lengkung Mengaitkan hubungan antar variabel dalam gerak parabola dan gerak melingkar beraturan pada peristiwa dalam kehidupan sehari-hari. Gerak parabola: dibatasi pada gerak parabola dengan referensi bidang horizontal. Gerak melingkar: dibatasi pada gerak melingkar beraturan.
2 Dinamika Hubungan Gaya dan Gerak (Hukum Newton) Mengaitkan hubungan antara gaya dan gerak pada peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Hukum Newton 1, 2, dan 3; jenis-jenis gaya (dengan memperhatikan besar dan arahnya).
Momentum dan Impuls Menerapkan konsep momentum dan impuls bagi penyelesaian masalah sehari-hari. Konsep momentum & impuls, hukum kekekalan momentum.
Dinamika Rotasi (Momen Gaya dan Momen Inersia) Menerapkan konsep momen gaya dan momen inersia yang dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Momen gaya, momen inersia, Hukum Newton tentang rotasi.
3 Fluida Fluida Statis dan Dinamis Menerapkan konsep yang berkaitan dengan fluida statis dan dinamis pada teknologi yang dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Tekanan fluida, Hukum Pascal, Hukum Archimedes, kontinuitas dan Hukum Bernoulli.
4 Gelombang Bunyi Menganalisis keterkaitan sifat bunyi dengan parameter gelombangnya berdasarkan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari. Karakteristik gelombang mekanik dalam gelombang bunyi, sumber dan intensitas bunyi.

Source: Pusmendik: TKA Mata Pelajaran Pilihan: Fisika


Soal 1

Sedang

Dua orang mencoba cara yang berbeda untuk menembak sasaran pada titik C.

Orang pertama menggunakan bola A dan diletakkan di tepi meja.

Orang kedua menggunakan bola B yang berada di lantai.

Bola A dan B kemudian dihentakkan secara bersamaan pada arah mendatar ($g = 10\ \text{m.s}^{-2}$ dan gesekan diabaikan).

Ternyata kedua bola sampai dan mengenai sasaran di titik C secara bersamaan.

Apa saja kondisi awal yang dapat menyebabkan hal tersebut? Keterangan: Gesekan antara bola dengan lantai, permukaan meja, maupun udara diabaikan.

Pernyataan Benar Salah

Massa bola A dan bola B sama.

Posisi bola A saat itu adalah 0,8 m di atas tanah.

Bola B dihentakkan dengan kecepatan awal sebesar 10 m/s

Pernyataan 1

Massa tidak memngaruhi gerak benda dalam kasus ini, berapapun massa A dan B, tidak ada hubungannya dengan soal (sebenarnya jawabannya [secara fisika] tidak dapat ditentukan, namun kunci jawaban resmi menyatakan Pernyataan 1 Salah)

Pernyataan 2

Untuk mencapai titik C bersamaan, kedua bola harus memiliki waktu tempuh ($t$) yang sama.

Bola A bergerak horizontal dengan $v_1 = \text{30 m/s}$ sejauh $x = \text{12 m}$. $$ t = \frac{x}{v_1} = \frac{12}{30} = \text{0,4 s} $$ Waktu tempuh yang diperlukan adalah 0,4 s.

Ketinggian $y$ dihitung dari gerak vertikal:

$$ y = \frac{1}{2} g t^2 = \frac{1}{2} (10)(0,4)^2 $$

$$ y = 5 \cdot 0,16 = \text{0,8 m} $$

Pernyataan 2 Benar. Posisi bola A saat awal adalah 0,8 m di atas tanah.

Pernyataan 3

Bisa dikerjakan menggunakan perhitungan seperti ini

Bola B harus menempuh 12 m dalam 0,4 s. $$ v_2 = \frac{x}{t} = \frac{12}{0,4} = \text{30 m/s} $$

atau menggunakan argumen fisis seperti ini

Bola A dan B berada pada posisi X yang sama dan bertemu di posisi yang sama, maka kecepatan sumbu x awalnya haruslah sama $v_2 = \text{30 m/s}$ Pernyataan 3 Salah. Bukan 10 m/s namun harusnya 30 m/s


Soal 2

Sedang

Sebuah meja pembuat perkakas keramik dapat berputar secara horizontal terhadap titik tengah, dan di atas meja tersebut terdapat sebuah beban seperti pada gambar.

Meja berputar dengan kecepatan sudut $4\ \text{rad.s}^{-1}$ dan koefisien gesekan statis antara beban dan permukaan meja $0{,}48$ (percepatan gravitasi bumi $\text{10 m.s-2}$).

Di manakah beban dapat diletakkan agar beban tersebut tidak terlempar dari meja? Pilihlah setiap jarak berikut. Nilai jarak ($R$) tersebut dihitung dari pusat meja.

Jarak maksimum ($R_{\mathrm{max}}$) agar beban tidak terlempar diperoleh dari kondisi gaya sentripetal sama dengan gaya gesek statis maksimum ($F_s = f_{s,\mathrm{max}}$).

Persamaan Fisika

$$ m \omega^2 R = \mu_s m g $$

$$ R = \frac{\mu_s g}{\omega^2} $$

$$ R_{\mathrm{max}} = \frac{(0,48)(10)}{4^2} $$

$$ R_{\mathrm{max}} = \frac{4,8}{16} = \text{0,3 m} $$

$$ R_{\mathrm{max}} = \text{30 cm} $$

Jawaban

Jarak beban harus $R \le 30 \ \text{cm}$.

Pilihan yang memenuhi adalah: A, B, C, D (40 cm tidak memenuhi karena di atas 30 cm)


Soal 3

Mudah

Perhatikan gambar peristiwa tumbukan antara mobil boks dan mobil sedan berikut ini.

Setelah bertumbukan, kedua mobil bergerak menjadi satu dalam keadaan mobil boks mendorong mobil sedan.

Apa sajakah kondisi yang terpenuhi saat proses maupun setelah tumbukan?

Pernyataan Benar Salah

Setelah tumbukan, kecepatan kedua mobil itu sama besar.

Momentum kedua mobil sebelum tumbukan lebih besar daripada sesudah tumbukan.

Koefisien restitusi tumbukan bernilai nol.

Peristiwa tumbukan yang dijelaskan adalah tumbukan tidak lenting sama sekali karena setelah bertumbukan, kedua mobil bergerak menjadi satu (mobil boks mendorong mobil sedan).

Pernyataan 1

"Setelah tumbukan, kecepatan kedua mobil itu sama besar."

Kondisi Tumbukan Tidak Lenting Sempurna: Setelah tumbukan, benda-benda bergabung dan bergerak dengan kecepatan akhir yang sama ($v_1' = v_2' = v'$).

Pernyataan 1 Benar

Pernyataan 2

"Momentum kedua mobil sebelum tumbukan lebih besar daripada sesudah tumbukan."

Hukum Kekekalan Momentum: Dalam sistem terisolasi (tumbukan seperti pada soal), total momentum sistem sebelum tumbukan ($p_{\mathrm{sebelum}}$) harus sama dengan total momentum sistem sesudah tumbukan ($p_{\mathrm{sesudah}}$).

$$ p_{\mathrm{sebelum}} = p_{\mathrm{sesudah}} $$

Pernyataan 2 Salah karena total momentum seharusnya kekal

Pernyataan 3

"Koefisien restitusi tumbukan bernilai nol."

Koefisien Restitusi ($e$): Merupakan rasio kecepatan relatif setelah dan sebelum tumbukan

Karena kecepatan kedua benda sama, maka tidak ada kecepatan relatif antara kedua benda, maka $e = 0$

Pernyataan 3 Benar


Soal 4

Sulit

Seorang pengendara motor (PM) mengendarai motornya dengan kecepatan tertentu berada pada satu garis lurus dengan mobil ambulans (MA) yang saat itu membunyikan sirine dengan frekuensi tertentu dan juga bergerak dengan kecepatan tertentu.

Saat itu, nilai kecepatan gerak PM lebih kecil dari MA.

Pada kondisi apa sajakah pengendara motor akan mendengar bunyi sirine ambulans dengan frekuensi lebih besar dari kondisi awalnya? Klik pada setiap kondisi yang benar. Jawaban benar lebih dari satu.

Kondisi yang dibutuhkan $f_p > f_s$

Frekuensi yang didengar ($f_p$) akan lebih besar dari frekuensi sumber ($f_s$) jika pendengar (PM) mendekat ke sumber (MA) atau sebaliknya (sumber mendekat ke pendengar).

Kemungkinan lain adalah, jika efek pendekatan sumber (MA) lebih dominan daripada efek menjauhnya pendengar (PM) atau sebaliknya (efek pendekatan pendengar lebih dominan dari efek menjauhnya sumber)

Secara sederhana, apabila secara relatif sumber dan pendengar saling mendekati, maka frekuensi yang didengar ($f_p$) akan lebih besar dari frekuensi sumber ($f_s$)

Analisis tiap opsi

  • PM bergerak mendekati MA, MA bergerak mendekati PM

Ini jelas, saling mendekati, maka opsi ini Benar - PM bergerak menjauhi MA, MA bergerak mendekati PM

Kejar-kejaran.

Untuk mengetahui hal ini, maka kecepatan ambulans dan motor harus diketahui untuk menjawab opsi ini > Biasanya, ambulans bergerak dengan kecepatan tinggi (sehingga wajar kita asumsikan lebih kencang dari motor).

Dengan asumsi tersebut, maka secara relatif kedua objek akan saling mendekat, opsi ini Benar - PM diam, MA bergerak mendekati PM

Kasus ini pun jelas, secara total mereka akan mendekat, maka opsi ini Benar - PM bergerak mendekati MA, MA bergerak menjauhi PM

Kebalikan dari opsi kedua, kita pun harus mengetahui kecepatan ambulans dan motor untuk menjawabnya > Dengan asumsi serupa (ambulans lebih kencang dari motor), secara relatif pergerakan kedua objek akan saling menjauhi. opsi ini Salah - PM bergerak menjauhi MA, MA diam

Kasus ini kebalikan dari opsi ketiga.

Secara total jelas mereka akan menjauh, maka opsi ini Salah


Soal 5

Sedang

Perhatikan gambar berikut!

Seorang siswa yang tingginya $\text{160 cm}$ berdiri di depan cermin cembung yang mempunyai jarak fokus $16\ \text{cm}$.

Dia mengamati bayangan dirinya dalam cermin cembung.

Dia melangkah mundur menjauhi cermin sejauh $\text{16 cm}$, kemudian kembali melihat bayangan dirinya di cermin.

Perbandingan tinggi bayangan sebelum dan sesudah siswa tersebut bergeser adalah ....

Sebenarnya, dari opsi sudah terlihat bahwa logikanya, bayangan akan makin rendah (tingginya). Jadi jawaban yang masuk akal hanyalah opsi terakhir 5:4 Namun, begini cara perhitungannya...

Konsep cermin cembung

Cermin cembung memiliki f negatif, sehingga f = -16 cm

Cari Tinggi

Bayangan Mula-mula Dari rumus bayangan pada cermin: $$ 1/f = 1/s + 1/s' $$

$$ -1/16 = 1/48 + 1/s' $$

$$ -3/48 = 1/48 + 1/s' $$

$$ s' = -48/4 = \text{-12 cm} $$

Tinggi bayangan awal dapat dihitung dengan perbandingan.

Karena perbandingan jaraknya $s_1 : s_1' = 48 : 12 = 4 : 1$, maka tingginya (sebangun/proposional), yaitu: $h_1' = 160/4 = 40 \ \text{cm}$

Cari Tinggi

Bayangan Setelah Mundur Setelah itu, mundur 16 cm sehingga

$s_2 = 48 + 16 = 64 \ \text{cm}$ Dengan $f = - 16 \ \text{cm}$, hitung menggunakan rumus lensa tipis: $$ 1/f = 1/s + 1/s' $$

$$ -1/16 = 1/64 + 1/s' $$

$$ -4/64 = 1/48 + 1/s' $$

$$ s' = -64/5 = \text{-64/5 cm} $$

Tinggi bayangan awal dapat dihitung dengan perbandingan.

Karena perbandingan jaraknya $s_2 : s_2' = 64 : (64/5) = 5 : 1$, maka tingginya (sebangun/proposional), yaitu: $h_2' = 160/5 = \text{32 cm}$

Perbandingan Sehingga, perbandingan h adalah $40:32 = 5:4$


Soal 6

Sedang

Di sebuah laboratorium fisika, dua benda kecil bermuatan listrik diletakkan di atas meja isolator.

Peneliti dapat mengatur jarak antara kedua benda menggunakan penggeser, lalu mengukur gaya listrik yang timbul dengan sensor gaya digital.

Hasil percobaan kemudian ditampilkan dalam grafik hubungan antara gaya listrik ($F$) terhadap jarak antar kedua benda ($R$) berikut ini:

Diketahui bahwa muatan pada benda pertama selalu dua kali lebih besar daripada muatan pada benda kedua dan percobaan dilakukan di udara (anggap sama dengan ruang hampa), dengan konstanta Coulomb $k = 9.10^9\ \text{Nm}^2.\text{C}^{-2}$.

Berapakah besar masing-masing muatan listrik tersebut?

Data: $F = 20 \ \text{N}$, $R = 3 \ \text{cm} = 3 \times 10^{-2} \ \text{m}$, $k = 9 \times 10^9 \ \text{Nm}^2\text{C}^{-2}$, $q_1 = 2 q_2$

Rumus Hukum Coulomb:

$F = k \frac{q_1 q_2}{R^2}$

Perhitungan Muatan $q_2$: $20 = 9 \times 10^9 \frac{(2 q_2) q_2}{(3 \times 10^{-2})^2}$ $20 = 9 \times 10^9 \frac{2 q_2^2}{9 \times 10^{-4}}$ $20 = (1 \times 10^{13}) (2 q_2^2)$ $q_2^2 = \frac{20}{2 \times 10^{13}} = 1 \times 10^{-12}$ $q_2 = 1 \times 10^{-6} \ \text{C}$

Perhitungan Muatan $q_1$: $q_1 = 2 q_2$ $q_1 = 2 \times 1 \times 10^{-6} \ \text{C}$ $q_1 = 2 \times 10^{-6} \ \text{C}$

Pilihan Jawaban: (D) $q_1 = 2,0 \cdot 10^{-6} \ \text{C}; \ q_2 = 1,0 \cdot 10^{-6} \ \text{C}$


Soal 7

Mudah

Suatu rangkaian listrik lampu warna-warni menggunakan lampu dengan resistansi tertulis pada bagian lampu.

Lampu-lampu tersebut dipasang dan dihubungkan dengan dua buah sumber tegangan seperti pada gambar.

Contoh Pembacaan Warna dan Resistansi Lampu - Lampu merah memiliki resistansi 15 Ω.

  • Lampu hijau memiliki resistansi 5 Ω.
  • dan seterusnya Jika lampu merah diganti dengan lampu berwarna kuning dengan resistansi 7, apa yang terjadi dengan rangkaian lampu sekarang? Pilihlah semua opsi yang Benar.
Opsi Besaran Fisis Perubahan Alasan
A Resistansi pengganti rangkaian ($R_{eq}$) Lebih kecil $R_{eq} = R_1 + R_2 + R_3$, rangkaian seri. Penggantian 15 Ω → 7 Ω menurunkan resistansi total.
B Kuat arus rangkaian ($I$) Lebih besar $I = \dfrac{\varepsilon_{total}}{R_{eq}}$. Karena $R_{eq}$ lebih kecil, maka $I$ lebih besar.
C Daya lampu hijau ($P_h$) Lebih besar $P_h = I^2 \cdot R_h$. Karena $R_h$ tetap (5 Ω) dan $I$ lebih besar, maka $P_h$ lebih besar.

Soal 8

Mudah

Perhatikan gambar pipa U berikut ini!

Pipa U mula-mula diisi dengan air yang massa jenisnya 1000 kg/m³, kemudian pada salah satu ujung pipa dituangkan zat cair X. Zat cair X tidak bercampur dengan air, dan interaksi seluruh zat cair dengan dinding pipa U diabaikan.

Jika pipa U dalam keadaan setimbang dengan tinggi zat cair X = 12 cm dan tinggi air = 8 cm, berapakah massa jenis zat X?

Karena hukum bejana berhubungan, $P_A = P_B$:

$P_0 + \rho_{\mathrm{air}} \times g \times h_2 = P_0 + \rho_X \times g \times h_1$

Tekanan atmosfer ($P_0$) dan ($g$) dapat dicoret: \ $\rho_{\mathrm{air}} h_2 = \rho_X h_1$

Kita perlu mencari ($\rho_X$): $\rho_X = \rho_{\mathrm{air}} \cdot \frac{h_2}{h_1} $ Masukkan nilai yang diketahui (satuan cm tidak perlu diubah ke m karena akan saling menghilangkan):

$$ \begin{aligned} \rho_X &= 1000 \cdot \frac{8}{12} \\ \rho_X &= \frac{2000}{3} \\ \rho_X &= \text{666,7 kg/m3} \\ \end{aligned} $$


Soal 9

Mudah

Sayap suatu pesawat terbang mainan mempunyai luas $\text{10 m2}$ dan udara yang mengalir horizontal melalui sayap pesawat terbang sehingga kecepatan di bagian atas sayap pesawat $\text{40 m.s-1}$ dan bagian bawah sayap $\text{30 m.s-1}$

Massa jenis udara pada saat itu sebesar $\text{1,29 kg.m-3}$, maka besarnya gaya angkat pesawat terbang adalah

$$ F = \frac{1}{2} \rho A (v_2^2 - v_1^2) $$

$$ F = \frac{1}{2} 1,29 \cdot 10 (40^2 - 30^2) $$

$$ F = \frac{1}{2} 12,9 (700) $$

$$ F = 6,45 (700) $$

$$ F = \text{4.515 N} $$


Soal 10

Sulit

Balok P yang memiliki volume $pu{200 cm3}$ terapung di atas suatu zat cair ($\rho{_c} = \text{1,3 g.cm-3}$) dengan 1/2 bagian balok muncul di atas permukaan zat cair seperti gambar. Balok P kemudian diikat dengan balok Q menggunakan tali yang massanya diabaikan dan dimasukkan ke dalam zat cair yang sama.

Massa jenis balok Q = $\text{3,9 g.cm-3}$, maka massa balok Q yang dibutuhkan agar balok gabungan melayang di dalam zat cair tersebut adalah...

Kesetimbangan saat P mengapung, dapat kita formulasikan dengan hukum archimedes... \ $$ F_{apung} = W_p $$

$$ \rho_c . g . V_{celup} = \rho_p . g . V_p $$

Mencoret g dan karena $V_{celup} = \frac{1}{2} V_p$, maka: $\rho_p = \frac{1}{2} \rho_c$

Memasukan angka menghasilkan $\rho_p = \text{0,65 g.cm-3}$

Kesetimbangan saat P dan Q melayang pun dapat kita formulasikan dengan cara serupa: $$ F_{apung} = W_p + W_q $$

$$ \rho_c . g . V_{celup} = \rho_p . g . V_p + \rho_q . g . V_q $$

$$ \rho_c . g . (V_p + V_q) = \rho_p . g . V_p + \rho_q . g . V_q $$

$$ \rho_c . (V_p + V_q) = \rho_p . V_p + \rho_q . V_q $$

Masukan angka-angka yang kita punya (tidak perlu ubah satuan karena kita menggunakan gram dan centimeter secara konsisten): \ $$ \text{1,3} (200 + m_q/3,9) = 0{,}65 \cdot 200 + m_q $$

$$ 260 + m_q/3 = 130 + m_q $$

$$ 130 = \frac{2}{3} m_q $$

$$ 195 = m_q $$ Sehingga massa Q = 195 g


Soal 11

Sedang

Pada suatu percobaan, kecepatan sebuah benda diamati selama 4 sekon dan tabel berikut menunjukkan data kecepatan benda tersebut.

Jika gerak benda tersebut disajikan ke dalam grafik berbagai besaran terhadap waktu, mana sajakah grafik yang tepat? Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

Kecepatan bertambah terus, maka kita harus memilih grafik kecepatan versus waktu yang linear menanjak (miring ke kanan atas). Apakah ada kemungkinan lain?

Ya, dalam kinematika, ada grafik lain yaitu jarak/perpindahan vs waktu dan percepatan vs waktu

Ingat! Kecepatan adalah turunan dari jarak dan percepatan adalah turunan dari kecepatan.

Sehingga, grafik jarak vs waktu akan berbentuk kurva melengkung ke kanan atas. Sedangkan grafik percepatan vs waktu (melihat bahwa kecepatan naiknya konsisten dan konstan) akan berbentuk datar Grafik C, D, dan E sudah melenceng (tidak sesuai konsep) tanpa perlu mengecek angkanya. Sedangkan grafik A dan B memiliki potensi untuk benar. Selanjutnya, ktia tetap perlu mengecek angka dari grafik A dan B - Grafik A menunjukan angka yang tepat (sesuai dengan tabel)

  • Grafik B harus kita buat setelah menentukan percepatan. Percepatan adalah laju bertambahnya kecepatan. Karena tiap detiknya kecepatan bertambah 2, maka percepatannya adalah 2 (ini pun sesuai dengan grafik B)

Jadi jawaban yang benar adalah grafik A dan B


Soal 12

Sedang

Seorang pemain sirkus berjalan di atas seutas tali sambil memegang tongkat panjang yang ujung-ujungnya terkulai ke bawah. Gambar berikut ini memperlihatkan situasi tersebut.

Tongkat panjang yang terkulai ke bawah membantu pemain sirkus menjaga keseimbangan karena tongkat ….

Tongkat terkulai ke bawah, artinya pusat massa tongkat berada di bawah.

Hal ini membantu keseimbangan pemain sirkus.

Dengan pusat massa yang berada di bawah titik tumpu tali.

Apabila pusat massa berada di bawah titik tumpu, maka akan terjadi kesetimbangan yang stabil.

Hal ini dikarenakan munculnya gaya pemulih (yang arahnya berlawanan dengan simpangan).

Terlihat bahwa tidak ada opsi yang 100% tepat dalam menjelaskan hal ini Opsi B, adalah opsi yang paling mendekati.

Namun perlu dipahami, kata kunci yang tepat adalah ke-stabil-an, bukan ke-setimbang-an.


Soal 13

Sedang

Pada botol semprotan parfum, udara ditiupkan cepat ke atas lubang tabung sempit yang tersambung ke cairan parfum.

Mana sajakah penjelasan yang benar mengenai cara kerja alat tersebut? Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

Analisis tiap opsi

Opsi A

"Udara yang mengalir cepat di atas permukaan parfum menyebabkan tekanan di tempat itu bertambah besar." Hal ini terbalik, menurut hukum fluida dinamis, semakin cepat mengalirnya fluida, semakin kecil tekanan di titik tersebut (dapat diturunkan dari hukum bernoulli). Salah

Opsi B

"Tekanan di permukaan cairan parfum menjadi lebih tinggi daripada tekanan di atasnya." Dengan turunnya tekanan di titik atas, dan tekanan di permukaan cairan tidak berubah, maka otomatis tekanan di permukaan cairan jadi lebih tinggi dari tekanan di titik atas. Benar

Opsi C

"Cairan parfum terdorong naik ke atas karena faktor tekanan udara luar." Akibat dari opsi B adalah cairan tersebut terdorong ke atas. Benar

Opsi D

"Volume cairan yang berada di dalam botol parfum mempengaruhi aliran parfum." Parfum mengalir (mengikuti urutan argumen opsi A, B, C) tanpa peduli volume-nya. Salah

Opsi E _"Alat ini memanfaatkan hukum

Pascal dalam proses penyemprotannya."_ Sesuai argumen pada opsi A, hukum yang dimanfaatkan alat ini adalah hukum bernoulli. Salah


Soal 14

Sedang

Seorang pemanah sedang mengikuti lomba menombak ikan di kolam dangkal. Ilusi yang dialaminya seperti tampak pada gambar berikut:

Sinar cahaya dari ikan menuju mata pemanah membentuk sudut 60° terhadap garis normal (garis tegak lurus permukaan air). Berdasarkan pengalamannya, pemanah tersebut tidak membidik langsung ke arah ikan yang terlihat, melainkan membidik ke posisi yang lebih rendah supaya anak panahnya tepat mengenai ikan. (Indeks bias air = 4/3, Indeks bias udara = 1).

Berdasarkan pemahamanmu tentang pembiasan cahaya, evaluasilah pernyataan yang dilakukan oleh pemanah berikut ini! Tentukan apakah pernyataan-pernyataan berikut Benar atau Salah!

Pernyataan Benar Salah

Strategi pemanah membidik lebih rendah dari posisi ikan yang terlihat merupakan strategi yang tepat berdasarkan prinsip pembiasan cahaya.

Penambahan kecepatan saat melempar tombak dapat meminimalisir kesalahan bidikan yang terjadi akibat pembiasan cahaya.

Semakin besar sudut pengamatan pemanah terhadap garis normal, semakin besar pula perbedaan antara posisi ikan yang terlihat dengan posisi ikan yang sebenarnya.

Mari kita cek tiap opsinya

Opsi 1

Opsi ini mudah karena ilustrasi pada soal memperlihatkan kita lokasi ikan dan lokasi yang diliat pemanah. Posisi ikan sebenarnya berada sedikit di bawah posisi yang terlihat. Benar

Opsi 2 Opsi ini dapat diterka secara logis.

Dengan topik pembiasan dan posisi, maka, tidak ada hubungannya kecepatan tembakan yang dilakukan pemanah. Salah

Opsi 3

Opsi inilah yang menyebabkan soal ini buakn soal level mudah. Kita harus paham hukum pembiasan. Berdasarkan Snellius, persamaan pembiasan adalah: $n_1 \cdot \sin{\theta_1} = n_2 \cdot \sin{\theta_2} $. Makin besar $\theta_1$, akan makin besar pula $\theta_2$. Maka sudut pengamatan pemanah yang makin besar akan memperbesar pula pembiasan. Benar


Soal 15

Sedang

Pada eksperimen termodinamika sebuah mesin Carnot beroperasi antara reservoir suhu tinggi 800 K dan reservoir suhu rendah 480 K. Seorang peneliti ingin mengganti mesin tersebut dengan mesin Carnot yang memiliki efisiensi lebih tinggi agar proses eksperimen menjadi lebih efektif. Mesin Carnot mana saja yang dapat digunakan sebagai pengganti mesin Carnot semula?

Pilihlah pada setiap mesin Carnot yang memenuhi! Jawaban benar lebih dari satu.

Efisiensi Mesin Carnot

Diketahui $T_{\mathrm{tinggi}} = 800\ \text{K}$ dan $T_{\mathrm{rendah}} = 480\ \text{K}$

Rasio Suhu Awal: $\frac{T_{\mathrm{rendah}}}{T_{\mathrm{tinggi}}} = \frac{480}{800} = 0,6$

Efisiensi mesin karnot dirumuskan dengan $\eta = 1 - \frac{T_{\mathrm{rendah}}}{T_{\mathrm{tinggi}}}$

Artinya, agar efisiensi makin tinggi, rasio suhu harus makin rendah (lebih rendah dari 0,6)

Evaluasi Pilihan Jawaban

Kita harus mencari mesin Carnot baru yang memiliki rasio suhu kurang dari 0,6.

$T_{\mathrm{tinggi}}$ (K) $T_{\mathrm{rendah}}$ (K) Rasio Perbandingan Lebih Tinggi?
600 480 $\dfrac{600}{480} = 0{,}8$ $0{,}8 > 0{,}6$ Tidak
800 400 $\dfrac{800}{400} = 0{,}5$ $0{,}5 < 0{,}6$ Ya
900 500 $\dfrac{900}{500} \approx 0{,}556$ $0{,}556 < 0{,}6$ Ya
900 600 $\dfrac{900}{600} \approx 0{,}667$ $0{,}667 > 0{,}6$ Tidak
1000 600 $\dfrac{1000}{600} = 0{,}6$ $0{,}6 = 0{,}6$ Tidak (Sama)

Soal 16

HOTS

Sebuah perusahaan elektronik sedang mengembangkan mesin fotokopi generasi baru yang menggunakan teknologi transfer toner elektrostatis yang lebih efisien. Dalam sistem ini, partikel toner bermuatan negatif $q = 1 \times 10^{-7} C$ dipindahkan dari drum ke kertas melalui medan listrik yang dihasilkan oleh dua pelat sejajar.

Spesifikasi teknis mesin fotokopi tersebut menunjukkan bahwa:

  • Jarak antara pelat transfer dan drum adalah $\text{2 mm}$
  • Beda potensial yang tersedia adalah $\text{200 V}$
  • Agar proses transfer toner berjalan optimal, gaya listrik minimum yang diperlukan untuk memindahkan partikel toner adalah $\text{0,01 N}$

Tim sedang menguji prototipe mesin fotokopi ini di laboratorium pengujian. Mereka menemukan bahwa pada beberapa kondisi, hasil cetakan menunjukkan kualitas yang buruk dengan banyak area yang tidak tercetak dengan baik.

Untuk setiap pernyataan analisis berikut, tentukan apakah pernyataan berikut Benar atau Salah!

Pernyataan Benar Salah

Jika jarak antar pelat dikurangi menjadi 1,5 mm dengan beda potensial tetap, gaya listrik pada partikel toner akan meningkat sehingga memenuhi syarat fungsional.

Untuk mempertahankan jarak antar pelat tetap 2 mm, beda potensial minimal yang diperlukan agar mesin berfungsi optimal adalah 100 V.

Jika muatan partikel toner ditingkatkan menjadi $2 \times 10^{−7} C$, mesin fotokopi akan berfungsi dengan baik tanpa perlu mengubah parameter lainnya.

Diketahui:

  • $q = 1 \times 10^{-7} C$
  • $d = \text{2 mm} = \text{0,002 m}$
  • $V = \text{200 V}$ - $F_{min} = \text{0,01 N}$ Medan listrik antara dua pelat sejajar:

$$ E = \frac{V}{d} = \frac{200}{0.002} = \text{100.000 V/m} $$

Gaya listrik pada partikel toner:

$$ F = q E = (1 \times 10^{-7}) \cdot 100,000 = 0.01\,\mathrm{N} $$

Kesimpulan: Sebenarnya, gaya listrik yang tersedia sama dengan gaya minimum yang dibutuhkan, sehingga transfer toner berjalan pas-pasan (kurang optimal). Dari persamaan-persamaan di atas, gaya akan optimal apabila:

  • V naik - d turun - q naik
Pernyataan Analisis Benar / Salah
Jika jarak antar pelat dikurangi menjadi 1,5 mm dengan beda potensial tetap, gaya listrik pada partikel toner akan meningkat sehingga memenuhi syarat fungsional. jarak berkurang artinya d turun Benar
Untuk mempertahankan jarak antar pelat tetap 2 mm, beda potensial minimal yang diperlukan agar mesin berfungsi optimal adalah 100 V. Sudah kita hitung, 200 V pun pas-pasan. Maka 100 V tidak akan optimal Salah
Jika muatan partikel toner ditingkatkan menjadi $2 \times 10^{-7} C$, mesin fotokopi akan berfungsi dengan baik tanpa perlu mengubah parameter lainnya. muatan bertambah artinya q naik Benar

Soal 17

Sedang

Siswa SMA mengukur diameter sebuah bola bekel secara berulang sehingga diperoleh data sebagai berikut. Semua pengukuran dilakukan dengan jangka sorong. Berikut hasil pengukuran yang telah dilakukan:

Pengukuran ke- Tampilan Jangka Sorong Hasil Pengukuran
1
1,06 cm
2
1,88 cm
3
1,44 cm
4
1,16 cm

Pernyataan berikut yang sesuai dengan pengukuran diameter bola bekel tersebut adalah ...

Pertama-tama, perlu diketahui bahwa pengukuran diameter bola bekel secara nature tidak perlu dilakukan dengan metode pengukuran berulang.

Berbda dengan mengukur waktu benda jatuh misalnya (karena ada faktor presisi dan akurasinya).

Namun, kita akan mengerjakan soal ini apa adanya

Analisis Pernyataan

  • Pernyataan A: tidak ada hubungan antara pengukuran dilakukan berulang dengan kepercayaan pengukuran.

Dengan melakukan pengukuran berulang, hal ini dapat meningkatkan akurasi (bukan presisi, bukan pula kepercayaan) hasil pengukuran - Pernyataan B: kita dapat melihat bahwa pengukuran ke-2 semestinya $\text{1,08 cm}$, ini tidak sesuai dengan hasil yang dilaporkan.

Maka logis kita bilang bahwa data tidak dapat dipercaya - Pernyataan C: Ini bisa benar apabila hasil pengukuran menunjukkan nilai yang berbeda-beda sedikit.

Namun perbedaan yang jauh (misalnya 4 mm, terlebih nilainya sekitar 20%) itu di luar batas kewajaran - Pernyataan D: Tidak ada keterangan dalam soal apakah orang yang sama atau berbeda yang melakukan.

Dan untuk pengukuran diameter bola bekel, subjek yang mengukur seharusnya tidak akan memengaruhi hasil - Pernyataan E: Ini benar sebagian bahwa hasil pengukuran dari pengukuran berulang dilaporkan dengan melaporkan rata-ratanya.

Namun, perlu juga dicari standar error-nya untuk mendapatkan ketidakpastian.

Namun, hal ini dapat dieliminasi karena ada pengukuran (yaitu pengukuran ke-2) yang hasilnya tidak sesuai yang terlihat di pembacaannya.

Sehingga, merata-ratakan hasil tidak akan menampilkan hasil pengukuran yang tepat Dari analisa tersebut, pernyataan yang paling cocok adalah pernyataan B.


Soal 18

Sedang

Perhatikan gambar berikut!

Seorang penjaga gawang menangkap bola yang bergerak sangat cepat dengan cara menarik tangannya sedikit ke belakang saat menangkap bola. Apa tujuan penjaga gawang tersebut menarik tangannya ke belakang? Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

Sebelum menganalisa tiap pernyataan, kita perlu memahami dulu bahwa persamaan yang perlu kita gunakan pada soal ini adalah konsep impuls-momentum: $I = F \Delta t = m \Delta v$

Penghentian bola (proses menangkap oleh kiper) pada dasarnya adalah mengubah kecepatan bola dari v menjadi 0. Artinya, impuls bola nilainya tidak akan berubah $I = mv$, bagaimanapun cara kiper menangkap.

Yang bisa diubah adalah gaya yang dirasakan kiper, harus diminimalisir dengan cara meningkatkan waktu kontak

Analisa tiap pernyataan:

  • Dari penjelasan tersebut mudah untuk menyimpulkan bahwa pernyataan A dan B adalah benar - Mudah pula menjustifikasi bahwa pernyataan C dan D adalah salah - Dengan berkurangnya gaya, maka tekanan yang diberikan tangan pun juga berkurang sehingga pernyataan E adalah benar

Note: kunci jawaban pada soal ini menurut pusmendik adalah A dan B, yang mana kurang tepat. Penulis pun tidak tahu argumen apa yang menyebabkan pernyataan E bernilai salah


Soal 19

Mudah

Sebuah bola logam hanya dapat melewati cincin logam jika keduanya berada pada suhu ruang. Gambarnya seperti tampak berikut:

Suatu saat Dita memanaskan bola, bola tidak lagi dapat melewati cincin.

Dita kemudian melakukan percobaan baru: ia memanaskan cincin tanpa memanaskan bola. Ia ingin mengetahui apa yang akan terjadi terhadap ukuran lubang cincin.

Apa yang akan terjadi terhadap ukuran lubang cincin ketika suhu cincin dinaikkan?

Konsep yang digunakan adalah pemuaian.

Saat benda dipanaskan, akan terjadi pemuaian.

Pemuaian selalu terjadi secara proporsional, sehingga saat bola dipanaskan, bentuknya tidak akan berubah (tetap bola, hanya lebih besar).

Cincin pun yang dipanaskan maka luas lubangnya bertambah saat memuai, begitu pula luas bagian luar cincin (bertambah) dan ketebalan lingkar cincinnya (bertambah pula).

Akibatnya, mungkin bola bisa melewati cincin kembali.

Jawaban yang tepat adalah opsi D


Soal 20

Mudah

Dua kelompok siswa melakukan pengamatan di dua rumah berbeda selama 10 hari untuk mengamati dan menganalisis penggunaan listriknya. Berikut data hasil pengamatan:

Rumah Jenis Lampu Daya Lampu Jumlah Lampu
A Lampu LED 10 watt 10
B Lampu Pijar 40 watt 6
Rumah Rangkaian Durasi Menyala per Hari Resistensi Kabel
A Paralel 5 jam 0,5 Ω per lampu
B Seri 8 jam 0,2 Ω per lampu

Diketahui tegangan listrik: 220 V.

Setelah penelitian selesai, tim memperoleh data bahwa energi listrik yang terukur pada rumah B jauh lebih rendah dari yang diperkirakan, sementara pencahayaan yang dihasilkan juga tidak optimal.

Rekomendasi strategi yang tepat untuk optimalisasi penerangan di rumah B sesuai dengan hasil pengamatan tersebut adalah…. Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

Perlu dipahami bahwa memasang lampu secara seri pada rumah adalah hal yang tidak masuk akal.

Karena, satu lampu mati, semua mati.

Penerangan tidak optimal.

Wiring (sistem pengkabelan) juga tidak standar Sehingga, opsi B dan E yang menyarankan rangkaian parallel sudah pasti benar.

Opsi A dan D pun sudah pasti salah karena tetap menyarankan rangkaian seri.

Bagaimana dengan opsi C?

Menambahkan resistor malahan menurunkan daya lampu (akibatnya lampu makin tidak terang), sehingga bukannya memperbaiki, malah menambahkan masalah (rugi pula).

Sehingga opsi yang tepat adalah B dan E saja

Komentar

Jaga etika; komentar yang tidak pantas akan dihapus.

Memuat komentar...