Bagikan Pos

https://www.ngambis.id/posts/soal-dan-pembahasan-simulasi-tka-resmi-kimia-jenjang-smamasmkmaksederajat

Soal dan Pembahasan Simulasi TKA Resmi Kimia Jenjang SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat

Oleh Azaria Ivana Ramadani • 18 Oct 2025

Soal dan Pembahasan Simulasi TKA Resmi Kimia Jenjang SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat

TKA Kimia mengukur kemampuan murid dalam penguasaan konsep kimia, menerapkan konsep kimia dalam penyelesaian permasalahan kimia, serta melakukan analisis pada permasalahan kimia yang terkait dengan materi kimia dalam kehidupan sehari-hari.

Muatan

TKA Kimia disusun berdasarkan materi kimia esensial pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Muatan tersebut terdiri dari empat elemen kimia, yaitu:

  • Kimia Dasar: struktur atom, teori model atom, sistem dan sifat periodik unsur, ikatan kimia, geometri molekul, interaksi antar molekul, hukum dasar kimia, stoikiometri dan persamaan reaksi kimia;
  • Kimia Analitik: larutan, kesetimbangan larutan, asam-basa, pH, dan koloid;
  • Kimia Fisik: energetika dan dinamika reaksi; dan
  • Kimia Organik: struktur dan kereaktifan senyawa karbon.

Kerangka TKA Kimia dirancang untuk mengukur pemahaman murid terhadap konsep-konsep dasar kimia dan kemampuan mereka dalam mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam berbagai konteks. Konteks-konteks ini dipilih untuk mencerminkan relevansi kimia dalam kehidupan sehari-hari, perkembangan ilmu pengetahuan, isu lingkungan, dan dunia industri. Berikut adalah rincian untuk setiap konteks.

Penyelidikan Ilmiah (Scientific Inquiry)

Konteks ini berkaitan dengan pembentukan dan pengembangan pengetahuan kimia melalui metode ilmiah yang mencakup:

  • Proses Ilmiah: Pemahaman tentang langkah-langkah dalam metode ilmiah, termasuk observasi, formulasi hipotesis, perancangan dan pelaksanaan eksperimen, pengumpulan dan analisis data, serta penarikan kesimpulan.
  • Konsep dan Teori Kimia: Pemahaman tentang konsep-konsep dasar kimia (seperti struktur atom, ikatan kimia, stoikiometri, termokimia, kinetika kimia, kesetimbangan kimia, larutan, asam basa, redoks, dan kimia organik dasar) yang didasarkan pada hasil-hasil penelitian ilmiah.
  • Interpretasi Data Ilmiah: Kemampuan untuk membaca, memahami, dan menginterpretasikan data yang disajikan dalam bentuk tabel, grafik, atau diagram yang berasal dari hasil eksperimen kimia.
  • Evaluasi Bukti Ilmiah: Kemampuan untuk mengevaluasi validitas dan reliabilitas hasil penelitian ilmiah serta mengidentifikasi potensi bias atau kesalahan dalam eksperimen.
  • Perkembangan Ilmu Kimia: Pemahaman tentang bagaimana teori-teori kimia telah berkembang seiring waktu melalui penemuan-penemuan ilmiah penting.

Fenomena Kimia pada Kehidupan Sehari-hari (Everyday Chemical Phenomena)

Konteks ini berkaitan dengan fenomena yang terjadi di sekitar murid dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip kimia yang meliputi:

  • Proses Kimia di Rumah Tangga: pemahaman tentang reaksi kimia yang terjadi saat memasak, membersihkan, atau menggunakan produk rumah tangga lainnya (misalnya, reaksi pembakaran hidrokarbon, pelarutan, asam basa dalam sabun dan deterjen).
  • Kimia dalam Makanan dan Minuman: pemahaman tentang komposisi kimia makanan dan minuman, perubahan kimia selama pengolahan dan penyimpanan, serta peran aditif makanan.
  • Kimia dalam Kesehatan dan Kecantikan: pemahaman tentang bahan kimia dalam produk perawatan pribadi, obat-obatan, dan proses biokimia dasar dalam tubuh manusia.
  • Material dan Sifatnya: Pemahaman tentang sifat-sifat material sehari-hari (logam, plastik, serat) berdasarkan struktur kimia dan ikatan antar atom/molekul.
  • Perubahan Kimia dan Fisika di Lingkungan Sekitar: pengamatan dan penjelasan tentang perubahan materi yang terjadi di lingkungan sekitar (misalnya, korosi, pembusukan, fotosintesis).

Aplikasi Kimia dalam Permasalahan Lingkungan (Applications of Chemistry in Environmental Issues)

Konteks ini menyoroti peran kimia dalam memahami dan mengatasi berbagai permasalahan lingkungan yang meliputi:

  • Polusi Air, Udara, dan Tanah: pemahaman tentang sumber-sumber polutan kimia, reaksi kimia yang terlibat dalam polusi, dampak polusi terhadap lingkungan dan kesehatan, serta metode analisis dan remediasi polusi.
  • Efek Rumah Kaca dan Perubahan Iklim: pemahaman tentang gas-gas rumah kaca, siklus karbon, dan peran aktivitas manusia dalam meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca.
  • Hujan Asam: pemahaman tentang pembentukan hujan asam dan dampaknya terhadap ekosistem dan infrastruktur.
  • Penipisan Lapisan Ozon: pemahaman tentang mekanisme penipisan lapisan ozon oleh senyawa kimia tertentu dan dampaknya terhadap kehidupan di bumi.
  • Pengelolaan Limbah Kimia: pemahaman tentang prinsip-prinsip pengelolaan limbah kimia yang aman dan berkelanjutan, termasuk daur ulang dan pengolahan limbah.
  • Energi Alternatif dan Berkelanjutan: peran kimia dalam pengembangan sumber energi alternatif yang lebih bersih dan berkelanjutan (misalnya, sel surya, biofuel, sel bahan bakar).

Aplikasi Konsep Kimia dalam Proses Industri (Applications of Chemical Concepts in Industrial Processes)

Konteks ini mengeksplorasi penerapan prinsip-prinsip kimia dalam berbagai proses industri untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat yang meliputi:

  • Proses Pembuatan Bahan Kimia Dasar: pemahaman tentang proses industri penting seperti produksi amonia (proses Haber-Bosch), asam sulfat (proses kontak), dan natrium hidroksida (proses elektrolisis larutan garam).
  • Industri Petrokimia: pemahaman tentang pengolahan minyak bumi dan gas alam menjadi berbagai produk kimia dan bahan bakar.
  • Industri Makanan dan Minuman: aplikasi prinsip-prinsip kimia dalam pengolahan, pengawetan, dan pengemasan makanan dan minuman.
  • Industri Farmasi: peran kimia dalam sintesis dan formulasi obat-obatan.
  • Prinsip-Prinsip Teknik Kimia: pemahaman dasar tentang konsep-konsep seperti laju reaksi, kesetimbangan, dan transfer massa yang penting dalam skala industri.

Dengan memasukkan keempat konteks ini dalam kerangka TKA Kimia, diharapkan murid tidak hanya menguasai konsep-konsep teoritis, tetapi juga mampu melihat relevansi dan aplikasi kimia dalam berbagai aspek kehidupan dan perkembangan teknologi. Ini akan membantu membentuk generasi muda yang lebih literat secara ilmiah dan mampu berkontribusi dalam menyelesaikan tantangan-tantangan global yang melibatkan ilmu kimia.

Kompetensi

TKA Kimia mengukur kemampuan berikut:

  1. Pemahaman konsep kimia (Knowing)
    Kemampuan berkaitan pengetahuan pemahaman konsep yang dengan dan dasar murid tentang konsep kimia.
  2. Penerapan konsep kimia (Applying)
    Kemampuan murid dalam konsep menerapkan kimia pada permasalahan pada soal
  3. Penalaran dalam permasalahan kimia (Reasoning)
    Kemampuan murid dalam menganalisis suatu permasalahan terkait kimia dan menunjukkan penalaran terkait konsep kimia yang relevan dan terintegrasi dalam menyelesaikan masalah dalam pada konteks tertentu

Soal 1

Mudah

Seorang siswa melakukan percobaan di laboratorium untuk membuat larutan buffer asam. Ia mencampurkan $\text{20 mL}$ larutan asam asetat $\text{0,1 M}$ dengan $\text{20 mL}$ larutan natrium asetat $\text{0,1 M}$. Diketahui bahwa tetapan ionisasi asam asetat adalah $K_a = 1 \times 10^{-5}$. Berdasarkan data tersebut, tentukan pH larutan buffer yang terbentuk!

Perhitungan pH Larutan Buffer Asam

Rumus mencari pH adalah sebagai berikut:

$$ \mathrm{pH} = -\log{\ce{[H+]}}. $$

Untuk mencari nilai pH, Kita memerlukan informasi $\ce{[H+]}$. Larutan buffer pada soal dibuat dari campuran asam lemah dan garamnya. Asam lemah berupa $\ce{CH3COOH}$ (asam asetat) dan garamnya berupa $\ce{CH3COONa}$ (natrium asetat). Ketika garamnya diuraikan lebih lanjut, ia mengandung basa konjugasi yaitu $\ce{CH3COO-}$. Sehingga, kita dapat menggunakan rumus berikut untuk mencari $\ce{[H+]}$:

$$ \ce{[H+]} = \dfrac{K_a \times \mathrm{mol \ asam \ lemah}}{\mathrm{mol \ basa \ konjugasi}}. $$

Langkah - Langkah Mencari $\ce{H+}$:

  1. Menentukan Mol Asam Lemah

Dik. $\text{20 mL}$ larutan asam asetat $\text{0,1 M}$ (atau $\text{0,1 mol/L}$) $$ n_{\ce{CH3COOH}} = M_{\ce{CH3COOH}} \times V_{\ce{CH3COOH}} $$

$$ = \text{0,1 mol/L} \times \text{0,02 L} $$

$$ = \text{0,002 mol} $$

$$ = 2 \times 10^{-3}\ \text{mol} $$ 2. Menentukan Mol Basa Konjugasi

Dik. $\text{20 mL}$ larutan natrium asetat $\text{0,1 M}$ (atau $\text{0,1 mol/L}$) $$ n_{\ce{CH3COONa}} = M_{\ce{CH3COONa}} \times V_{\ce{CH3COONa}} $$

$$ = \text{0,1 mol/L} \times \text{0,02 L} $$

$$ = \text{0,002 mol} $$

$$ = 2 \times 10^{-3}\ \text{mol} $$ Karena mol basa konjugasi = mol $\ce{CH3COONa}$, maka mol basa konjugasi adalah $2 \times 10^{-3}\ \text{mol}$.

  1. Mencari $\ce{[H+]}$:

Dik: $K_a = 1 \times 10^{-5}$; mol asam lemah ($\ce{CH3COOH}$) = $2 \times 10^{-3}\ \text{mol}$; mol basa konjugasi ($\ce{CH3COO-}$) = $2 \times 10^{-3}\ \text{mol}$. Maka $$ \ce{[H+]} = \frac{K_a \times \mathrm{mol\ asam\ lemah}}{\mathrm{mol\ basa\ konjugasi}} $$

$$ = \frac{(1 \times 10^{-5}) \times (2 \times 10^{-3}\ \text{mol})}{2 \times 10^{-3}\ \text{mol}} $$

$$ = 1 \times 10^{-5}\ \text{M} $$ Ketika sudah mendapatkan $\ce{[H+]}$, nilai pH dapat kita hitung sebagai berikut: $$ \mathrm{pH} = -\log{\ce{[H+]}} = -\log(1 \times 10^{-5}) = 5. $$

Jawaban: (B) $5$

Gimana, apakah jawaban kamu sudah benar?


Soal 2

Mudah

Salah satu senyawa alkana bercabang digunakan sebagai bahan aditif dalam bahan bakar untuk meningkatkan kualitas pembakaran. Struktur senyawa tersebut ditunjukkan pada gambar berikut.

Banyaknya atom $\ce{C}$ primer dan tersier berturut-turut adalah ....

$\ce{C}$ primer dan tersier adalah dua istilah untuk menggambarkan banyaknya atom $\ce{C}$ yang terikat pada atom $\ce{C}$ lain.

Secara lengkap, ada 4 jenis nama untuk menggambarkan jumlah atom $\ce{C}$ yang diikat yaitu:

  1. $\ce{C}$ primer: atom $\ce{C}$ yang sedang ditinjau mengikat 1 atom $\ce{C}$
    Tips

    Biasanya letaknya di ujung-ujung

  2. $\ce{C}$ sekunder: atom $\ce{C}$ yang sedang ditinjau mengikat 2 atom $\ce{C}$
  3. $\ce{C}$ tersier: atom $\ce{C}$ yang sedang ditinjau mengikat 3 atom $\ce{C}$
  4. $\ce{C}$ kuarter: atom $\ce{C}$ yang sedang ditinjau mengikat 4 atom $\ce{C}$

Pada soal diminta untuk menentukan $\ce{C}$ primer dan tersier, kita dapat melacak mana atom $\ce{C}$ pada gambar yang mengikat 1 atom $\ce{C}$ (untuk $\ce{C}$ primer) dan 3 atom $\ce{C}$ (untuk $\ce{C}$ tersier).

Perhatikan gambar yang berikut!

Keterangan: atom $\ce{C}$ primer diwarnai biru ; atom $\ce{C}$ tersier diwarnai kuning Sehingga, banyak atom $\ce{C}$ primer ada 5 dan banyak atom $\ce{C}$ tersier ada 1.

Jawaban: C. 5 dan 1

Gimana, apakah jawaban kamu sudah benar?


Soal 3

Mudah

Gas nitrogen dioksida yang berwarna merah kecoklatan dapat membentuk reaksi kesetimbangan dengan gas dinitrogen tetraoksida yang tak berwarna dalam suatu wadah tertutup dengan volume tertentu sesuai persamaan termokimia berikut. $$ \ce{$\underset{\text{(merah coklat)}}{\ce{2NO2(g)}}$ <=> $\underset{\text{(tak berwarna)}}{\ce{N2O4(g)}}$ \quad \Delta H = \text{-57,20 kJ}} $$ (Keterangan: Warna "merah coklat" untuk senyawa $\ce{2NO2}$ dan "tak berwarna" untuk senyawa $\ce{N2O2}$) Ketika suhu dinaikkan, warna campuran merah coklat semakin pekat. Berdasarkan info dari soal, kelompokkan variabel berikut apakah termasuk ke dalam variabel bebas/terikat/terkontrol!

Variabel Variabel Bebas Variabel Terikat Variabel Terkontrol

Volume

Suhu

Warna

Variabel adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu perubahan yang terjadi dalam percobaan ilmiah. Dalam suatu percobaan ilmiah, terdapat 3 nama penting, yaitu:

  1. Variabel Bebas Variabel bebas adalah variabel yang dapat diubah dan perubahannya tidak ditentukan terlebih dahulu.
  2. Variabel Terkontrol Variabel terkontrol adalah variabel yang dapat diubah, tetapi perubahannya sudah ditentukan atau dijaga tetap.
  3. Variabel Terikat Variabel terikat adalah variabel yang muncul sebagai hasil pengamatan setelah variabel bebas dan variabel terkontrol diterapkan dalam percobaan. Dalam kasus soal:
  • Volume bertindak sebagai variabel terkontrol dilihat dari kalimat "volume tertentu". "Volume tertentu" artinya perubahan pada volume sudah ditentukan.
  • Suhu bertindak sebagai variabel bebas dilihat dari kalimat "suhu dinaikkan". "Suhu dinaikkan" artinya terjadi perubahan pada suhu tanpa variasi yang ditentukan dalam pernyataan soal.
  • Warna bertindak sebagai variabel terikat dilihat dari kalimat "warna campuran merah coklat semakin pekat". Perubahan warna merupakan hasil pengamatan setelah variabel volume dan suhu diterapkan. Sehingga:
  • Volume = Variabel Terkontrol
  • Suhu = Variabel Bebas
  • Warna = Variabel Terikat Jawaban: A. Terkontrol, Bebas, Terikat Gimana, apakah jawaban kamu sudah benar?

Soal 4

Mudah

Dalam sebuah percobaan laboratorium, dilakukan penguraian gas $\ce{SO_3}$ pada suhu tertentu. Reaksi yang terjadi adalah: $$ \ce{2SO3(g) -> 2SO2(g) + O2(g)} $$ Perubahan konsentrasi $\ce{SO3}$ diamati terhadap waktu dan hasilnya ditunjukkan pada grafik berikut.

Laju reaksi penguraian $\ce{2SO3(g) -> 2SO2(g) + O2(g)}$ pada 40 detik pertama adalah ...

Laju reaksi dibagi menjadi dua, yaitu:

  • laju pengurangan (laju penguraian), yaitu laju berkurangnya konsentrasi reaktan
  • laju pertambahan (laju pembentukan), yaitu laju bertambahnya konsentrasi produk

Pada soal ini yang diminta adalah laju penguraian $\ce{SO3}$, sehingga rumus yang digunakan adalah:

$$ \text{Laju Reaksi} = -\frac{\Delta [\ce{SO3}]}{\Delta t} $$

1. Menentukan perubahan konsentrasi $\Delta[\ce{SO3}]$

Dari grafik:

  • pada $t_1 = 0$ detik, $\ce{[SO3]}_1 = \text{3,0 M}$
  • pada $t_2 = 40$ detik, $\ce{[SO3]}_2 = \text{1,0 M}$

Sehingga:

$$ \Delta [\ce{SO3}] = \ce{[SO3]}_2 - \ce{[SO3]}_1 = \text{1,0 M} - \text{3,0 M} = \text{-2,0 M} $$

2. Menentukan perubahan waktu $\Delta t$

$$ \Delta t = t_2 - t_1 = \text{40 detik} - \text{0 detik} = \text{40 detik} $$

3. Menghitung laju reaksi

$$ \text{Laju Reaksi} = -\frac{\Delta [\ce{SO3}]}{\Delta t} = -\frac{\text{-2,0 M}}{\text{40 detik}} = \frac{2{,}0}{40}\ \text{M/detik} = \mathbf{\text{0,05 M/detik}} $$

Jadi, laju penguraian $\ce{2SO3 -> 2SO2 + O2}$ pada 40 detik pertama adalah $\text{0,05 M/detik}$.

Jawaban: E. $5 \times 10^{-2}\ \text{M/detik}$

Gimana, apakah jawaban kamu sudah benar?


Soal 5

Mudah

Dalam kehidupan sehari-hari, larutan asam dan basa sering digunakan, misalnya dalam industri makanan, obat-obatan, maupun pembersih rumah tangga. Larutan asam dan basa jika dicampurkan dapat membentuk larutan dengan pH netral.

Diketahui beberapa larutan berikut:

NOMOR NAMA LARUTAN KONSENTRASI VOLUME
(1) Larutan $\ce{HCl}$ 0,1 M 10 mL
(2) Larutan $\ce{NaOH}$ 0,2 M 10 mL
(3) Larutan $\ce{H2SO4}$ 0,1 M 10 mL
(4) Larutan $\ce{Mg(OH)2}$ 0,2 M 20 mL

Pasangan larutan jika dicampurkan menghasilkan campuran dengan pH netral ditunjukkan nomor ....

pH netral adalah pH yang bernilai 7.

Campuran akan menghasilkan $\text{pH}$ netral ($\text{pH}=7$) jika terjadi reaksi netralisasi sempurna antara asam kuat dan basa kuat, yaitu ketika jumlah mol ion $\ce{H^+}$ sama dengan jumlah mol ion $\ce{OH^-}$ yang dicampurkan.

Kita identifikasi sifat masing-masing larutan:

  1. Larutan $\ce{HCl}$ adalah asam kuat.
  2. Larutan $\ce{NaOH}$ adalah basa kuat.
  3. Larutan $\ce{H2SO4}$ adalah asam kuat.
  4. Larutan $\ce{Mg(OH)2}$ adalah basa kuat.

Sehingga, pasangan yang mungkin untuk menghasilkan pH netral adalah (1 dan 2), (1 dan 4), (2 dan 3), dan (3 dan 4).

Selanjutnya, kita hitung jumlah mol ion pada tiap larutan.

  1. Larutan $\pu{10 mL}\ \ce{HCl}\ \pu{0,1 M}$

    $$ \ce{HCl -> H+ + Cl^-} $$

    Karena ion $\ce{H^+}$ ada 1, maka jumlah valensi $a = 1$.

    $$ [\ce{H^+}] = a \times M_{\ce{HCl}} = 1 \times 0{,}1 = \pu{0,1 M} $$

    Volume = $\pu{10 mL} = \pu{0,01 L}$

    $$ \text{Mol } \ce{H^+} = M \times V = \pu{0,1 M} \times \pu{0,01 L} = \mathbf{\pu{0,001 mol}} $$

  2. Larutan $\pu{10 mL}\ \ce{NaOH}\ \pu{0,2 M}$

    $$ \ce{NaOH -> Na+ + OH^-} $$

    Karena ion $\ce{OH^-}$ ada 1, maka jumlah valensi $b = 1$.

    $$ [\ce{OH^-}] = b \times M_{\ce{NaOH}} = 1 \times 0{,}2 = \pu{0,2 M} $$

    Volume = $\pu{10 mL} = \pu{0,01 L}$

    $$ \text{Mol } \ce{OH^-} = M \times V = \pu{0,2 M} \times \pu{0,01 L} = \mathbf{\pu{0,002 mol}} $$

  3. Larutan $\pu{10 mL}\ \ce{H2SO4}\ \pu{0,1 M}$

    $$ \ce{H2SO4 -> 2H+ + SO4^{2-}} $$

    Karena ion $\ce{H^+}$ ada 2, maka jumlah valensi $a = 2$.

    $$ [\ce{H^+}] = a \times M_{\ce{H2SO4}} = 2 \times 0{,}1 = \pu{0,2 M} $$

    Volume = $\pu{10 mL} = \pu{0,01 L}$

    $$ \text{Mol } \ce{H^+} = M \times V = \pu{0,2 M} \times \pu{0,01 L} = \mathbf{\pu{0,002 mol}} $$

  4. Larutan $\pu{20 mL}\ \ce{Mg(OH)2}\ \pu{0,2 M}$

    $$ \ce{Mg(OH)2 -> Mg^{2+} + 2OH^-} $$

    Karena ion $\ce{OH^-}$ ada 2, maka jumlah valensi $b = 2$.

    $$ [\ce{OH^-}] = b \times M_{\ce{Mg(OH)2}} = 2 \times 0{,}2 = \pu{0,4 M} $$

    Volume = $\pu{20 mL} = \pu{0,02 L}$

    $$ \text{Mol } \ce{OH^-} = M \times V = \pu{0,4 M} \times \pu{0,02 L} = \mathbf{\pu{0,008 mol}} $$

Dari hasil perhitungan tersebut:

  • pasangan (1 dan 2) memberi $\pu{0,001 mol}\ \ce{H^+}$ dan $\pu{0,002 mol}\ \ce{OH^-}$, sehingga tidak netral
  • pasangan (1 dan 4) memberi $\pu{0,001 mol}\ \ce{H^+}$ dan $\pu{0,008 mol}\ \ce{OH^-}$, sehingga tidak netral
  • pasangan (2 dan 3) memberi $\pu{0,002 mol}\ \ce{OH^-}$ dan $\pu{0,002 mol}\ \ce{H^+}$, sehingga netral
  • pasangan (3 dan 4) memberi $\pu{0,002 mol}\ \ce{H^+}$ dan $\pu{0,008 mol}\ \ce{OH^-}$, sehingga tidak netral

Sehingga, pasangan yang menghasilkan pH netral adalah pasangan 2 dan 3.

Jawaban: B. 2 dan 3

Gimana, apakah jawaban kamu sudah benar?


Soal 6

Mudah

Diketahui notasi dua macam unsur : $$\ce{^14_7Q} \quad \text{dan} \quad \ce{^19_9Q}.$$ Jika kedua unsur bersenyawa, hibridisasi atom pusat, geometri molekul, dan kepolaran senyawanya berturut-turut adalah ....

Untuk menentukan jawaban, kita identifikasi dahulu nomor atom, konfigurasi elektron, atom pusat, dan bentuk molekulnya.

1. Menentukan unsur dari nomor atom

Pada soal diberikan dua unsur dengan nomor atom 7 dan 9.

Konfigurasi elektronnya:

  • unsur bernomor atom 7: $\ce{1s^2 2s^2 2p^3}$
  • unsur bernomor atom 9: $\ce{1s^2 2s^2 2p^5}$

Unsur dengan 5 elektron valensi cenderung membentuk 3 ikatan kovalen, sedangkan unsur dengan 7 elektron valensi cenderung membentuk 1 ikatan kovalen. Karena itu senyawa yang terbentuk dapat dituliskan sebagai $\ce{QZ3}$.

2. Menentukan atom pusat

Pada senyawa $\ce{QZ3}$, atom pusatnya adalah $\ce{Q}$ karena jumlahnya satu dan mengikat tiga atom lain.

3. Menentukan PEB dan PEI

Pada atom pusat $\ce{Q}$:

  • elektron valensi = 5
  • elektron yang dipakai untuk membentuk 3 ikatan = 3
  • sisa elektron = 2

Maka:

  • PEI = 3
  • PEB = 1

4. Menentukan bilangan sterik dan hibridisasi

Bilangan sterik:

$$ \text{PEI} + \text{PEB} = 3 + 1 = 4 $$

Bilangan sterik 4 menunjukkan hibridisasi $\ce{sp^3}$.

5. Menentukan bentuk molekul dan kepolaran

Untuk atom pusat dengan PEI = 3 dan PEB = 1:

  • bentuk molekul = trigonal piramida
  • sifat molekul = polar

Sehingga:

  • hibridisasi atom pusat = $\ce{sp^3}$
  • geometri molekul = segitiga piramida
  • kepolaran = polar

Jawaban: D. $\ce{sp^3}$; segitiga piramida; polar

Gimana, apakah jawaban kamu sudah benar?


Soal 7

Mudah

Gas sulfur dioksida ($\ce{SO2}$) di udara dapat mengalami reaksi oksidasi menghasilkan sulfur trioksida ($\ce{SO3}$). Persamaan reaksi kimia tersebut dapat dituliskan dalam bentuk: $$\ce{a SO2 + b O2 -> c SO3}$$ Untuk menyetarakan reaksi, nilai koefisien $a$, $b$, dan $c$ harus ditentukan. Nilai $a$, $b$, dan $c$ berturut-turut adalah ....

Reaksi disebut setara jika memenuhi dua syarat:

  • jumlah atom di ruas kiri sama dengan jumlah atom di ruas kanan
  • jumlah muatan di ruas kiri sama dengan jumlah muatan di ruas kanan

Pada soal, reaksi yang ditinjau adalah:

$$ \ce{a SO2 + b O2 -> c SO3} $$

Karena semua spesi bersifat netral, kita cukup menyetarakan jumlah atomnya.

1. Menuliskan jumlah atom di kedua sisi

Ruas kiri:

  • atom S = $a$
  • atom O = $2a + 2b$

Ruas kanan:

  • atom S = $c$
  • atom O = $3c$

2. Menyetarakan atom sulfur

$$ a = c $$

3. Menyetarakan atom oksigen

$$ 2a + 2b = 3c $$

Substitusi $c = a$ ke persamaan oksigen:

$$ 2a + 2b = 3a $$

$$ 2b = a $$

4. Menentukan perbandingan koefisien terkecil

Ambil nilai terkecil $b = 1$, maka:

  • $a = 2$
  • $c = 2$

Sehingga persamaan setaranya menjadi:

$$ \ce{2SO2 + O2 -> 2SO3} $$

Jadi, nilai $a$, $b$, dan $c$ berturut-turut adalah 2, 1, dan 2.

Jawaban: C. 2, 1, dan 2

Gimana, apakah jawaban kamu sudah benar?


Soal 8

Mudah

Sebuah laboratorium pengolahan limbah industri melakukan uji cepat untuk menentukan sisa ion perak setelah proses netralisasi dan pemisahan garam. Sebanyak $\text{50 mL}$ larutan $\ce{AgNO3} \ \text{0,01 M}$ dicampurkan dengan $\text{50 mL}$ larutan $\ce{NaCl} \ \text{0,03 M}$ dalam bejana gelas. Karena terbentuk endapan $\ce{AgCl}$, sistem mencapai kesetimbangan yang dipengaruhi oleh tetapan kelarutan Ksp dari $\ce{AgCl}$ (diketahui $\text{Ksp} = 1 \times 10^{−10}$). Berapakah konsentrasi ion $\ce{Ag^+}$ yang tersisa dalam larutan campuran setelah mencapai kesetimbangan?

Untuk menentukan konsentrasi ion $\ce{Ag^+}$ yang tersisa setelah pencampuran, kita kerjakan dalam dua tahap:

  1. stoikiometri pengendapan $\ce{AgCl}$
  2. kesetimbangan kelarutan menggunakan $K_{sp}$

1. Menentukan mol awal masing-masing ion

Reaksi pengendapan yang terjadi:

$$ \ce{Ag^+(aq) + Cl^-(aq) -> AgCl(s)} $$

Mol ion perak:

$$ n_{\ce{Ag^+}} = M \cdot V = \text{0,01 mol/L} \cdot \text{0,050 L} = \text{5,0} \times 10^{-4}\ \text{mol} $$

Mol ion klorida:

$$ n_{\ce{Cl^-}} = M \cdot V = \text{0,03 mol/L} \cdot \text{0,050 L} = \text{1,5} \times 10^{-3}\ \text{mol} $$

2. Menentukan pereaksi pembatas dan sisa ion berlebih

Perbandingan koefisien reaksi adalah $1 : 1$, sehingga ion $\ce{Ag^+}$ habis lebih dahulu dan menjadi pereaksi pembatas.

Mol $\ce{Cl^-}$ yang tersisa:

$$ n_{\ce{Cl^-},\ \text{sisa}} = \text{1,5} \times 10^{-3} - \text{5,0} \times 10^{-4} = \text{1,0} \times 10^{-3}\ \text{mol} $$

Total volume campuran:

$$ V_{\text{total}} = \text{50 mL} + \text{50 mL} = \text{100 mL} = \text{0,100 L} $$

Maka konsentrasi ion klorida sisa adalah:

$$ [\ce{Cl^-}] = \frac{\text{1,0} \times 10^{-3}}{\text{0,100}} = \text{1,0} \times 10^{-2}\ \text{M} $$

3. Menggunakan $K_{sp}$ untuk mencari $[\ce{Ag^+}]$

Pada keadaan setimbang:

$$ K_{sp}(\ce{AgCl}) = [\ce{Ag^+}][\ce{Cl^-}] $$

Diketahui:

$$ K_{sp} = \text{1,0} \times 10^{-10} $$

Substitusi nilai $[\ce{Cl^-}]$:

$$ \text{1,0} \times 10^{-10} = [\ce{Ag^+}] \left(\text{1,0} \times 10^{-2}\right) $$

Sehingga:

$$ [\ce{Ag^+}] = \frac{\text{1,0} \times 10^{-10}}{\text{1,0} \times 10^{-2}} = \text{1,0} \times 10^{-8}\ \text{M} $$

Jadi, konsentrasi ion $\ce{Ag^+}$ yang tersisa dalam larutan setelah mencapai kesetimbangan adalah $\text{1,0} \times 10^{-8}\ \text{M}$.

Jawaban: B. $\text{1,0} \times 10^{-8}\ \text{M}$

Gimana, apakah jawaban kamu sudah benar?


Soal 9

Mudah

Untuk mendinginkan adonan es doger, sejumlah urea dan $\ce{NaCl}$ dilarutkan dengan es berair hingga jenuh dalam bejana berbeda. Jika konsentrasi kedua larutan sama, penurunan titik beku larutan NaCl ternyata 2 kali lebih besar dibandingkan penurunan titik beku urea. Penjelasan dari fenomena tersebut adalah ....

Penjelasan fenomena pada soal berkaitan dengan sifat koligatif larutan dan faktor van't Hoff ($i$).

$$\Delta T_f = m \cdot K_f \cdot i$$ Keterangan:\ $\Delta T_f$: Penurunan titik beku\ $m$: konsentrasi molal\ $K_f$: &tetapan penurunan titik beku molal\ $i$: faktor van't Hoff (jumlah ion yang dihasilkan per molekul) Fenomena $\Delta T_f$ $\ce{NaCl}$ yang dua kali lebih besar daripada $\Delta T_f$ urea (ketika konsentrasi sama) disebabkan oleh perbedaan jenis zat terlarut. 1. Larutan Urea ($\ce{(CO(NH)2)2}$)

  • Urea adalah zat non elektrolit.
  • Ketika dilarutkan, molekul urea tidak terionisasi (tidak terurai menjadi ion).
  • Jumlah partikel yang dihasilkan per molekul adalah 1.
  • Faktor van't Hoff ($i$) urea: $i = 1$.

$$\Delta T_{f,\ \text{Urea}} = m \cdot K_f \cdot 1$$

2. Larutan $\ce{NaCl}$

  • $\ce{NaCl}$ adalah zat elektrolit kuat.
  • Ketika dilarutkan, $\ce{NaCl}$ terionisasi sempurna menjadi dua ion:

$$\ce{NaCl(s) -> Na^+(aq) + Cl^-(aq)}$$

  • Jumlah partikel (ion) yang dihasilkan per molekul adalah 2.
  • Faktor van't Hoff ($i$) $\ce{NaCl}$: $i = 2$.

$$\Delta T_{f,\ \ce{NaCl}} = m \cdot K_f \cdot 2$$

Kesimpulan:\ Dikarenakan $\ce{NaCl}$ terurai menjadi dua partikel ion ($\ce{Na^+}$ dan $\ce{Cl^-}$), sementara urea hanya menghasilkan satu partikel molekul (dirinya sendiri) dalam volume pelarut yang sama, maka jumlah total partikel dalam larutan $\ce{NaCl}$ adalah dua kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan larutan urea. Akibatnya, penurunan titik bekunya dua kali lebih besar, sesuai dengan persamaan sifat koligatif.

Jawaban: D. $\ce{NaCl}$ adalah garam biner(punya dua unsur berbeda)

Gimana, apakah jawaban kamu sudah benar ?


Soal 10

Mudah

Untuk mengetahui faktor yang memengaruhi laju korosi pada besi, dilakukan percobaan sederhana dengan merendam paku dalam beberapa kondisi sebagai berikut.

Urutan laju terjadinya korosi paku dari yang paling cepat adalah ....

Korosi (karat) pada besi adalah proses elektrokimia yang memerlukan dua faktor utama: Oksigen (dari udara) dan Air ($\ce{H2O}$). Kecepatan korosi dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya adalah keberadaan zat-zat terlarut seperti garam (elektrolit).

Berikut adalah analisis untuk setiap tabung:

  1. Tabung (3): Udara + Air + Garam
  • Faktor Korosi: Ada Oksigen dan ada Air.
  • Pemicu: Kehadiran Garam ($\ce{NaCl}$). Garam adalah elektrolit kuat yang meningkatkan daya hantar listrik larutan air. Peningkatan daya hantar ini mempercepat transfer elektron (reaksi elektrokimia) yang merupakan inti dari proses korosi.
  • Laju Korosi: Paling Cepat.
  1. Tabung (1): Udara + Air
  • Faktor Korosi: Ada Oksigen dan ada Air.
  • Pemicu: Ini adalah kondisi korosi dasar. Kecepatan korosi terjadi secara normal karena kedua faktor utama sudah terpenuhi.
  • Laju Korosi: Sedang (lebih lambat dari (3) karena tidak ada elektrolit tambahan).
  1. Tabung (2): Tanpa Udara dan Air
  • Faktor Korosi: Tidak ada Oksigen dan tidak ada Air karena paku sepenuhnya terendam dalam oli.Oli berfungsi sebagai lapisan pelindung yang mencegah kontak besi dengan udara (Oksigen) dan air (uap air).
  • Laju Korosi: Paling Lambat (Korosi dapat diabaikan atau sangat lambat).

Oleh karena itu, urutannya dari yang tercepat adalah (3) > (1) > (2).

Jawaban: D. (3), (1), (2)

Gimana, apakah jawaban kamu sudah benar ?


Soal 11

Mudah

Seorang murid akan melakukan eksperimen untuk menghasilkan 1,435 gram $\ce{AgCl}$ dari larutan $\ce{AgNO3}$ dan $\ce{NaCl}$ melalui reaksi kimia berikut: $$\ce{AgNO3(aq) + NaCl(aq) -> AgCl(s) + NaNO3(aq)}$$ Terdapat empat botol zat yang berisi dua jenis reaktan dengan dua variasi konsentrasi berbeda untuk masing-masing reaktan.

Murid tersebut melakukan perhitungan untuk menentukan larutan dari botol mana yang akan digunakan dan menentukan jumlah larutannya untuk menghasilkan jumlah zat yang diinginkan. Komposisi mana saja yang dapat menghasilkan tepat 1,435 gram padatan $\ce{AgCl}$? Tentukan BENAR atau TIDAK BENAR pada pilihan komposisi berikut! $(\ce{Ar Ag = 108; Ar N = 14; Ar O = 16; Ar Na = 23; Ar N = 14; Ar Cl = 35,5})$

Pernyataan Benar Salah

$\text{5 mL}$ larutan dari Botol A + $\text{5 mL}$

$\text{10 mL}$ larutan dari Botol A + $\text{5 mL}$ larutan dari Botol D

$\text{10 mL}$ larutan dari Botol B + $\text{10 mL}$ larutan dari Botol D

Diketahui:

  • massa endapan $\ce{AgCl} = \text{1,435 g}$
  • $\text{Mr}\ \ce{AgCl} = \text{Ar}\ \ce{Ag} + \text{Ar}\ \ce{Cl} = \text{108} + \text{35,5} = \text{143,5 g/mol}$

Mol endapan target yang harus terbentuk adalah:

$$ n_{\ce{AgCl}} = \frac{\text{1,435 g}}{\text{143,5 g/mol}} = \mathbf{\text{0,01 mol}} $$

Jadi, pernyataan yang tepat adalah pernyataan yang menghasilkan tepat $\text{0,01 mol}\ \ce{AgCl}$.

1. Pernyataan 1

Komposisi reaktan:

  • $\text{5 mL}$ botol A
  • $\text{5 mL}$ botol C

Perhitungan mol:

  • $n(\ce{Ag^+}) = \text{1,0 M} \times \text{0,005 L} = \text{0,005 mol}$
  • $n(\ce{Cl^-}) = \text{1,0 M} \times \text{0,005 L} = \text{0,005 mol}$

Maka endapan yang terbentuk:

$$ n_{\ce{AgCl}} = \text{0,005 mol} $$

Karena $\text{0,005 mol} \neq \text{0,01 mol}$, maka pernyataan 1 TIDAK TEPAT.

2. Pernyataan 2

Komposisi reaktan:

  • $\text{10 mL}$ botol A
  • $\text{5 mL}$ botol D

Perhitungan mol:

  • $n(\ce{Ag^+}) = \text{1,0 M} \times \text{0,010 L} = \text{0,010 mol}$
  • $n(\ce{Cl^-}) = \text{2,0 M} \times \text{0,005 L} = \text{0,010 mol}$

Maka endapan yang terbentuk:

$$ n_{\ce{AgCl}} = \text{0,010 mol} $$

Karena hasilnya tepat sama dengan target, maka pernyataan 2 TEPAT.

3. Pernyataan 3

Komposisi reaktan:

  • $\text{10 mL}$ botol B
  • $\text{10 mL}$ botol D

Perhitungan mol:

  • $n(\ce{Ag^+}) = \text{2,0 M} \times \text{0,010 L} = \text{0,020 mol}$
  • $n(\ce{Cl^-}) = \text{2,0 M} \times \text{0,010 L} = \text{0,020 mol}$

Maka endapan yang terbentuk:

$$ n_{\ce{AgCl}} = \text{0,020 mol} $$

Karena $\text{0,020 mol} \neq \text{0,01 mol}$, maka pernyataan 3 TIDAK TEPAT.

Jawaban: TIDAK TEPAT, TEPAT, TIDAK TEPAT

Gimana, apakah jawaban kamu sudah benar?


Soal 12

Mudah

Sekelompok peneliti kimia lingkungan sedang meneliti kandungan bahan organik dalam limbah cair industri makanan. Mereka berhasil memurnikan satu senyawa organik utama, yang diketahui hanya tersusun atas unsur karbon ($\ce{C}$), hidrogen ($\ce{H}$), dan oksigen ($\ce{O}$).

Dari hasil uji laboratorium, senyawa tersebut memiliki komposisi massa sebagai berikut:

  • 40% karbon - 6,7% hidrogen - sisanya adalah oksigen Melalui spektrometri massa, diketahui bahwa massa molar senyawa tersebut adalah $\text{180 g/mol}$.

Mereka menyimpulkan bahwa rumus empiris dan rumus molekul senyawa itu adalah $\ce{CH2O}$. Apakah kesimpulan tersebut benar? $\ce{(Ar\ C = 12; H = 1; dan O = 16)}$

Diketahui:

  • 40% karbon
  • 6,7% hidrogen
  • sisanya oksigen = $100\% - (40\% + 6{,}7\%) = 53{,}3\%$
  • massa molar senyawa = $\text{180 g/mol}$
  • $\text{Ar}\ \text{C} = 12$, $\text{Ar}\ \text{H} = 1$, $\text{Ar}\ \text{O} = 16$

Gunakan basis 100 g senyawa agar lebih mudah menghitung mol masing-masing unsur.

1. Menentukan rumus empiris

Rumus empiris diperoleh dari perbandingan mol paling sederhana.

$$ n = \frac{g}{\text{Ar}} $$

Unsur Massa (g) Ar Mol Perbandingan Mol
C 40 12 $\dfrac{40}{12} \approx 3{,}33$ $\dfrac{3{,}33}{3{,}33} = 1$
H 6,7 1 $\dfrac{6{,}7}{1} = 6{,}7$ $\dfrac{6{,}7}{3{,}33} \approx 2$
O 53,3 16 $\dfrac{53{,}3}{16} \approx 3{,}33$ $\dfrac{3{,}33}{3{,}33} = 1$

Jadi, rumus empirisnya adalah:

$$ \mathbf{\ce{CH2O}} $$

2. Menentukan rumus molekul

Mr rumus empiris:

$$ \text{Mr}_{\text{RE}} = (1 \times 12) + (2 \times 1) + (1 \times 16) = \text{30 g/mol} $$

Nilai pengali $n$:

$$ n = \frac{\text{Mr senyawa}}{\text{Mr}_{\text{RE}}} = \frac{\text{180}}{\text{30}} = 6 $$

Maka rumus molekulnya adalah:

$$ \text{RM} = \ce{(CH2O)6} = \ce{C6H12O6} $$

Jadi, pernyataan pada soal salah, karena rumus molekul yang benar adalah $\ce{C6H12O6}$.

Jawaban: Salah, karena massa molar menunjukkan bahwa rumus molekulnya adalah $\ce{C6H12O6}$

Gimana, apakah jawaban kalian sudah benar?


Soal 13

Mudah

Suatu reaksi asam basa dapat didasarkan pada beberapa teori, yaitu teori asam basa Arrhenius, Brønsted-Lowry, dan Lewis. Perhatikan reaksi di bawah ini. $$ \ce{H2PO4^- + H2O -> HPO4^{2-} + H3O^+} $$ Berdasarkan reaksi tersebut, pernyataan yang benar mengenai reaksi asam basa berdasarkan teori Brønsted-Lowry adalah ....

Penjelasan Singkat Teori Brønsted-Lowry: Asam adalah spesi yang mendonorkan proton ($\ce{H^+}$).\ Basa adalah spesi yang menerima proton ($\ce{H^+}$).

Berdasarkan teori Brønsted-Lowry, pernyataan yang benar mengenai reaksi tersebut adalah:

  • $\ce{H2PO4^-}$ bertindak sebagai asam karena ia memberikan (mendonorkan) satu proton ($\ce{H^+}$) kepada $\ce{H2O}$.
  • $\ce{H2O}$ bertindak sebagai basa karena ia menerima (mengakseptor) satu proton ($\ce{H^+}$) dari $\ce{H2PO4^-}$.
  • $\ce{H2PO4^-}$ adalah basa konjugasi dari $\ce{H2PO4^-}$.
  • $\ce{H3O^+}$ adalah asam konjugasi dari $\ce{H2O}$.

Jawaban: C. $\ce{H2PO4^-}$ memberikan ion hidrogen kepada $\ce{H2O}$ dan bersifat asam

Gimana, apakah jawaban kamu sudah benar ?


Soal 14

Mudah

Minyak bumi terdiri atas ribuan senyawa hidrokarbon yang sebagian besar bersifat nonpolar dan memiliki titik didih yang berbeda-beda. Proses distilasi fraksional digunakan untuk memisahkan hidrokarbon berdasarkan titik didihnya. Perbedaan titik didih ini tidak hanya ditentukan oleh massa molekul, tetapi juga bentuk molekul, karena bentuk molekul memengaruhi gaya Van der Waals antar molekul. Berdasarkan informasi tersebut, tentukan BENAR atau SALAH untuk setiap pernyataan mengenai titik didih dari isomer-isomer hidrokarbon berikut!

Pernyataan Benar Salah

Titik didih $n$-butana lebih besar dari titik didih 2-metil-propana.

Titik didih 2,2-dimetil-propana lebih besar dari titik didih 2-metil-butana.

Titik didih $n$-heksana lebih besar dari titik didih 3-metil-pentana.

Penentuan titik didih pada isomer-isomer hidrokarbon ditinjau dari kekuatan gaya Van der Waals, khususnya gaya London.

Prinsip umum

  • semua senyawa pada soal adalah isomer, sehingga massa molekul relatifnya sama
  • pada kasus isomer, pembeda utama titik didih adalah bentuk molekul
  • rantai karbon yang lebih panjang dan lurus memiliki luas permukaan kontak lebih besar
  • luas permukaan kontak yang lebih besar menghasilkan gaya London yang lebih kuat, sehingga titik didih lebih tinggi
  • semakin bercabang, bentuk molekul semakin kompak dan titik didih cenderung lebih rendah

Perhatikan struktur pada gambar berikut:

Dari gambar tersebut diperoleh kesimpulan:

  • Pernyataan 1 TEPAT
  • Pernyataan 2 TIDAK TEPAT
  • Pernyataan 3 TEPAT

Jawaban: TEPAT, TIDAK TEPAT, TEPAT

Gimana, apakah jawaban kamu sudah benar?


Soal 15

Mudah

Produksi $\ce{H2SO4}$ dilakukan melalui proses kontak yang berlangsung melalui reaksi kesetimbangan berikut: $$ \ce{2SO2(g) + O2(g) <=> 2SO3(g) \quad \Delta H = \text{-197 kJ mol-1}} $$ Untuk meningkatkan produksi $\ce{H2SO4}$ dapat dilakukan dengan memanfaatkan reaksi kesetimbangan yang terjadi. Pernyataan mana saja yang menunjukkan upaya yang dapat dilakukan untuk mendapatkan $\ce{SO3}$ sebanyak-banyaknya? Pilihlah jawaban yang benar dari pernyataan di bawah ini!\ (Jawaban benar lebih dari satu)

Reaksi kesetimbangan pada soal adalah:

$$ \ce{2SO2(g) + O2(g) <=> 2SO3(g) \quad \Delta H = \text{-197 kJ mol-1}} $$

Reaksi maju bersifat eksoterm, sehingga untuk memperbanyak $\ce{SO3}$ kita harus menggeser kesetimbangan ke arah produk (kanan).

Analisis reaksi:

Analisis tiap pernyataan

  1. Memperbesar volume wadah
    Ini membuat tekanan efektif turun, sehingga kesetimbangan bergeser ke sisi dengan jumlah mol gas lebih besar, yaitu kiri.
    Jadi, pernyataan ini SALAH.

  2. Menambah $\ce{O2}$ ke dalam campuran reaksi
    Menambah reaktan akan menggeser kesetimbangan ke arah produk untuk mengurangi penambahan tersebut.
    Jadi, pernyataan ini BENAR.

  3. Menurunkan tekanan gas
    Menurunkan tekanan juga menggeser kesetimbangan ke sisi dengan jumlah mol gas lebih besar, yaitu kiri.
    Jadi, pernyataan ini SALAH.

  4. Menurunkan suhu reaksi
    Karena reaksi maju eksoterm, penurunan suhu menguntungkan arah eksoterm, yaitu arah kanan.
    Jadi, pernyataan ini BENAR.

  5. Mengeluarkan $\ce{SO3}$ dari wadah
    Mengurangi produk akan menggeser kesetimbangan ke kanan untuk membentuk kembali produk yang diambil.
    Jadi, pernyataan ini BENAR.

Sehingga, pernyataan yang benar adalah 2, 4, dan 5.

Jawaban: C. Pernyataan 2, Pernyataan 4, Pernyataan 5

Gimana, apakah jawab kamu sudah benar?


Soal 16

Mudah

Seorang murid melakukan percobaan reaksi antara $\text{24 gram}$ logam magnesium ($\text{Mg}, \text{Ar} = \text{24 g/mol}$) dengan larutan asam klorida ($\ce{HCl}$) $\text{3 M}$ sebanyak $\text{1 L}$, pada kondisi STP (Standard Temperature and Pressure). Reaksi yang terjadi sebagai berikut: $$ \ce{Mg(s) + 2HCl(aq) -> MgCl2(aq) + H2(g)} $$ Berdasarkan reaksi tersebut, pilihlah pernyataan yang benar berkaitan dengan zat reaktan dan produk! Jawaban benar lebih dari satu.

1. Menghitung mol reaktan

  • Mol $\ce{Mg}$:

$$ n_{\ce{Mg}} = \frac{g_{\ce{Mg}}}{\text{Ar}_{\ce{Mg}}} = \frac{\text{24 g}}{\text{24 g/mol}} = \text{1 mol} $$

  • Mol $\ce{HCl}$:

$$ n_{\mathrm{HCl}} = M_{\mathrm{HCl}} \times V_{\mathrm{HCl}} = \text{3 mol/L} \times \text{1 L} = \text{3 mol} $$

2. Menentukan reaktan pembatas

Persamaan reaksi:

$$ \ce{Mg(s) + 2HCl(aq) -> MgCl2(aq) + H2(g)} $$

Perbandingan stoikiometri menunjukkan:

$$ 1\ \text{mol}\ \ce{Mg} : 2\ \text{mol}\ \ce{HCl} $$

Untuk menghabiskan 1 mol $\ce{Mg}$ dibutuhkan 2 mol $\ce{HCl}$, sedangkan yang tersedia adalah 3 mol $\ce{HCl}$. Artinya, $\ce{HCl}$ berlebih dan $\ce{Mg}$ adalah reaktan pembatas.

3. Menentukan jumlah zat setelah reaksi

Jika 1 mol $\ce{Mg}$ habis bereaksi, maka:

  • $\ce{HCl}$ yang bereaksi = 2 mol
  • sisa $\ce{HCl}$ = 1 mol
  • $\ce{MgCl2}$ yang terbentuk = 1 mol
  • $\ce{H2}$ yang terbentuk = 1 mol

4. Mengecek pernyataan

  1. ✅ Mol $\ce{Mg}$ yang bereaksi adalah $\text{1 mol}$
    Benar, karena seluruh $\ce{Mg}$ habis bereaksi.

  2. ✅ Volume $\ce{H2}$ yang dihasilkan adalah $\text{22,4 L}$
    Pada STP, 1 mol gas menempati 22,4 L, sehingga:

    $$ V_{\ce{H2}} = n_{\ce{H2}} \times \text{22,4 L/mol} = \text{1 mol} \times \text{22,4 L/mol} = \text{22,4 L} $$

  3. ❌ $\ce{HCl}$ adalah reagen pembatas
    Salah, karena justru $\ce{HCl}$ berlebih dan $\ce{Mg}$ yang menjadi pereaksi pembatas.

  4. ❌ $\ce{HCl}$ yang bereaksi adalah $\text{3 mol}$
    Salah, karena yang bereaksi hanya 2 mol.

  5. ❌ $\ce{MgCl2}$ yang dihasilkan adalah $\text{2 mol}$
    Salah, karena $\ce{MgCl2}$ yang terbentuk hanya 1 mol.

Jawaban: Pernyataan 1 dan 2

Gimana, apakah jawaban kamu sudah benar?


Soal 17

Mudah

Asam cuka $\ce{CH3COOH}$ yang juga dikenal sebagai asam asetat atau asam etanoat adalah senyawa kimia asam organik yang memberikan rasa asam dan aroma khas pada makanan. Selain itu, asam asetat digunakan dalam produksi bahan kimia, seperti anhidrida asetat, aspirin, dan ester. Asam cuka dihasilkan dari fermentasi etanol oleh bakteri asam asetat. Seorang murid melarutkan $\text{0,6 gram}$ asam asetat dalam air sampai volume $\text{1 L}$.\ $(\ce{Ar C = 12; H = 1; O = 16; Ka = 1 x 10^{-6}}$). Berdasarkan data dan informasi dalam soal, tentukan BENAR atau SALAH pada setiap pernyataan berikut terkait pelarutan asam asetat dalam air!

Pernyataan Benar Salah

Nilai pH larutan asam cuka tersebut adalah 4.

Konsentrasi ion $\ce{H^+}$ dalam larutan adalah $1 \times 10^{-6}\ \text{M}$.

Asam asetat terionisasi dalam air sebanyak 1%.

Larutan $\ce{CH3COOH}$ adalah asam lemah. Karena itu, rumus yang dipakai adalah:

  • $\text{pH} = -\log [\ce{H^+}]$
  • $[\ce{H^+}] = \sqrt{K_a \cdot M_a} = \alpha \cdot M_a$

1. Memeriksa pernyataan 1

“Nilai pH larutan asam cuka tersebut adalah 4”

Diketahui:

  • massa $\ce{CH3COOH} = \text{0,6 g}$
  • volume larutan = $\text{1 L}$
  • $K_a = 1 \times 10^{-6}$

Mr asam asetat:

$$ \text{Mr} = (2 \times 12) + (4 \times 1) + (2 \times 16) = \text{60 g/mol} $$

Mol asam asetat:

$$ \text{Mol} = \frac{\text{0,6 g}}{\text{60 g/mol}} = \mathbf{\text{0,01 mol}} $$

Konsentrasi awal asam asetat:

$$ M_a = \frac{\text{0,01 mol}}{\text{1 L}} = \mathbf{\text{0,01 M}} $$

Konsentrasi ion $\ce{H^+}$:

$$ [\ce{H^+}] = \sqrt{K_a \cdot M_a} = \sqrt{(1 \times 10^{-6})(0{,}01)} = \sqrt{10^{-8}} = 10^{-4} $$

Maka pH larutannya:

$$ \text{pH} = -\log(10^{-4}) = 4 $$

Jadi, pernyataan 1 BENAR.

2. Memeriksa pernyataan 2

“Konsentrasi ion $\ce{H+}$ dalam larutan adalah $1 \times 10^{-6}\ \text{M}$”

Pernyataan ini SALAH, karena dari perhitungan diperoleh:

$$ [\ce{H^+}] = 10^{-4}\ \text{M} $$

3. Memeriksa pernyataan 3

“Asam asetat terionisasi dalam air sebanyak 1%”

Derajat ionisasi dihitung dengan rumus:

$$ \alpha = \frac{[\ce{H^+}]}{M_a} $$

Substitusi nilai yang sudah diperoleh:

$$ \alpha = \frac{10^{-4}}{10^{-2}} = 10^{-2} = 0{,}01 $$

Dalam persen:

$$ \alpha = 0{,}01 = 1\% $$

Jadi, pernyataan 3 BENAR.

Jawaban: BENAR, SALAH, BENAR

Gimana, apakah jawaban kamu sudah benar?


Soal 18

Mudah

Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan pH dengan penambahan sedikit asam atau basa. Dalam kehidupan sehari-hari, larutan penyangga berguna untuk menjaga pH darah, menjaga pH cairan intra sel, menjaga pH makanan olahan dalam kaleng, dan menjaga pH obat-obatan. Sebanyak $\text{100 mL}\ \ce{CH3COOH}\ \text{0,1 M}$ ditambahkan $\text{100 mL}\ \ce{NaOH}\ \text{0,05 M}$. Nilai tetapan ionisasi asam asetat adalah $1 \times 10^{-5}$. Berdasarkan data dan informasi tersebut, manakah di antara pernyataan berikut yang benar terkait dengan reaksi asam basa?\ (Jawaban benar lebih dari satu)

Reaksi yang terjadi pada soal adalah:

$$ \ce{CH3COOH(aq) + NaOH(aq) -> CH3COONa(aq) + H2O(\ell)} $$

1. Menentukan pereaksi pembatas

Jumlah mol awal:

  • $n(\ce{CH3COOH}) = \pu{100 mL} \times \pu{0,1 M} = \text{10 mmol}$
  • $n(\ce{NaOH}) = \pu{100 mL} \times \pu{0,05 M} = \text{5 mmol}$

Karena koefisien reaksi $\ce{CH3COOH}$ dan $\ce{NaOH}$ sama, pereaksi yang jumlah molnya lebih kecil menjadi pereaksi pembatas. Jadi, $\ce{NaOH}$ adalah reagen pembatas.

2. Menentukan komposisi larutan akhir

Setelah reaksi selesai:

  • sisa $\ce{CH3COOH} = \text{5 mmol}$
  • $\ce{CH3COONa}$ yang terbentuk = $\text{5 mmol}$

Larutan akhir berisi asam lemah dan basa konjugasinya, sehingga termasuk larutan penyangga asam.

3. Menghitung pH larutan penyangga

Gunakan persamaan Henderson-Hasselbalch:

$$ \text{pH} = \text{p}K_a + \log \frac{[\text{basa konjugasi}]}{[\text{asam lemah}]} $$

Diketahui:

$$ K_a = 1 \times 10^{-5} $$

Maka:

$$ \text{p}K_a = -\log(1 \times 10^{-5}) = 5 $$

Karena jumlah mol basa konjugasi dan asam lemah sama, maka:

$$ \text{pH} = 5 + \log \frac{\text{5 mmol}}{\text{5 mmol}} = 5 + \log(1) = 5 $$

4. Mengecek pernyataan

  1. ✅ Nilai pH larutan penyangga tersebut adalah 5.
    Benar, karena hasil perhitungannya memang $\text{pH} = 5$.

  2. ❌ Asam asetat yang bereaksi adalah $\text{10 mmol}$.
    Salah, karena asam asetat yang bereaksi hanya $\text{5 mmol}$.

  3. ✅ Natrium hidroksida yang bereaksi adalah $\text{5 mmol}$.
    Benar, karena $\ce{NaOH}$ bereaksi habis sebagai reagen pembatas.

  4. ❌ Asam asetat dan natrium hidroksida habis bereaksi.
    Salah, karena asam asetat masih bersisa $\text{5 mmol}$.

  5. ✅ Garam $\ce{CH3COONa}$ yang terbentuk adalah $\text{5 mmol}$.
    Benar, sesuai stoikiometri reaksi 1 : 1.

Sehingga, pernyataan yang benar adalah 1, 3, dan 5.

Jawaban: 1, 3, 5 BENAR dan 2, 4 SALAH

Gimana, apakah jawaban kamu sudah benar?


Soal 19

Mudah

Pak Ardi adalah seorang teknisi proses yang bekerja di sebuah industri kimia yang memproduksi gas fluorokarbon, bahan baku penting untuk industri pendingin dan semikonduktor. Salah satu tahap yang dia awasi adalah dekomposisi karbonil fluorida $\ce{COF2}$ dalam reaktor tertutup. Reaksi yang terjadi dalam salah satu reaktor adalah: $$ \ce{2COF2(g) <=> CO2(g) + CF4(g)} $$ Dalam suatu pengujian, di dalam wadah $\text{5 L}$ terdapat $\text{1 mol}\ \ce{COF2}$ yang terurai. Setelah beberapa waktu, reaksi mencapai kesetimbangan dengan nilai tetapan kesetimbangan ($K_c$) pada suhu tersebut adalah 4. Banyaknya $\ce{COF2}$ yang terdapat dalam wadah setelah reaksi mencapai kesetimbangan adalah….

Tujuan kita adalah menghitung mol $\ce{COF_2}$ yang tersisa pada keadaan setimbang.

Reaksi kesetimbangan yang terjadi adalah:

$$ \ce{2COF2(g) <=> CO2(g) + CF4(g)} $$

Diketahui:

  • volume wadah $V = \text{5 L}$
  • mol awal $\ce{COF2} = \text{1 mol}$
  • $K_c = 4$

1. Menyusun mol pada keadaan setimbang

Misalkan $x$ adalah mol $\ce{COF_2}$ yang bereaksi.

Maka:

  • mol mula-mula: $\ce{COF2} = 1$, $\ce{CO2} = 0$, $\ce{CF4} = 0$
  • mol berubah: $\ce{COF2} = -x$, $\ce{CO2} = +\dfrac{x}{2}$, $\ce{CF4} = +\dfrac{x}{2}$
  • mol setimbang: $\ce{COF2} = 1-x$, $\ce{CO2} = \dfrac{x}{2}$, $\ce{CF4} = \dfrac{x}{2}$

Konsentrasi setimbangnya adalah:

$$ [\ce{COF2}] = \frac{1-x}{5}, \qquad [\ce{CO2}] = \frac{x/2}{5}, \qquad [\ce{CF4}] = \frac{x/2}{5} $$

2. Menyusun persamaan $K_c$

$$ K_c = \frac{[\ce{CO2}][\ce{CF4}]}{[\ce{COF2}]^2} $$

Substitusi data $K_c = 4$:

$$ 4 = \frac{\left(\dfrac{x/2}{5}\right)\left(\dfrac{x/2}{5}\right)}{\left(\dfrac{1-x}{5}\right)^2} $$

Sederhanakan:

$$ 4 = \frac{x^2/4}{(1-x)^2} $$

Ambil akar kedua ruas:

$$ 2 = \frac{x}{2(1-x)} $$

Kemudian selesaikan:

$$ 2 \cdot 2(1-x) = x $$

$$ 4 - 4x = x $$

$$ 5x = 4 $$

$$ x = \frac{4}{5} = \text{0,8 mol} $$

3. Menghitung mol $\ce{COF_2}$ sisa

Mol $\ce{COF_2}$ yang tersisa adalah:

$$ 1 - x = 1 - 0{,}8 = \mathbf{\text{0,2 mol}} $$

Dalam bentuk pecahan:

$$ \text{0,2 mol} = \mathbf{\dfrac{1}{5}\ \text{mol}} $$

Jadi, banyaknya $\ce{COF_2}$ yang terdapat dalam wadah setelah reaksi mencapai kesetimbangan adalah $\mathbf{\dfrac{1}{5}\ \text{mol}}$.

Jawaban: C. $\dfrac{1}{5}\ \text{mol}$

Gimana, apakah jawaban kamu sudah benar?


Soal 20

Mudah

Berikut adalah set percobaan yang dilakukan untuk menentukan laju suatu reaksi

$$ \ce{A(aq) + B(s) -> {Produk}} $$

Percobaan $\ce{[A]}$ ($\text{mol/L}$) $\ce{B}$ ($\text{gram}$) $T$ ($^\circ\text{C}$) Katalis ($\%$)
1 0,1 1 (granul) 30 1
2 0,5 1 (serbuk) 30 1
3 0,1 1 (granul) 60 1
4 0,5 2 (granul) 60 5
5 0,1 2 (serbuk) 60 5
6 0,1 2 (serbuk) 30 5

Pasangan set percobaan yang dapat dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap laju reaksi adalah...

Pasangan set percobaan yang dapat dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap laju reaksi adalah set percobaan di mana hanya suhu ($T$) yang diubah, sementara variabel lain (konsentrasi $\ce{[A]}$, massa $\ce{B}$, bentuk $\ce{B}$, dan katalis) harus dijaga konstan (terkontrol).

Oleh karena itu, berdasarkan tabel pasangan yang valid adalah pasangan percobaan 1 & 3 juga percobaan 5 & 6. Namun pasangan 5 & 6 tidak ada dipilihan jawaban.

Jawaban: A. 1 dan 3

Gimana, apakah jawaban kamu sudah benar ?

Komentar

Jaga etika; komentar yang tidak pantas akan dihapus.

Memuat komentar...